RESPON EKSPLAN SETENGAH BIJI KEDELAI VARIETAS TAHAN TANAH KERING MASAM TERHADAP HIGROMISIN SECARA IN VITRO

D Rizania, Y U Anggraito, L Herlina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan konsentrasi optimal higromisin terhadap pertumbuhan eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas kedelai (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang), faktor kedua adalah konsentrasi higromisin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l). Data dianalisis dengan Anava dua jalan, bila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncans Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan varietas kedelai dan konsentrasi higromisin berpengaruh sangat signifikan pada jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas. Interaksi dari varietas kedelai dan konsentrasi higromisin tersebut juga berpengaruh signifikan pada semua parameter. Konsentrasi optimal higromisin yang diperlukan untuk menyeleksi eksplan kedelai varietas tahan tanah kering masam pada parameter jumlah eksplan yang hidup, jumlah tunas, dan hari muncul tunas yaitu pada konsentrasi 15 mg/l.

This research aims to determine the response and optimal concentration of hygromycin on the growth of dry acid soil resintant soybean variety explant. This research was used a completely randomized design factorial consisting of two factors. The first factor was soybean variety (var. Ijen, var. Sinabung, var. Argomulyo, var. Anjasmoro, var. Burangrang), the second factor is the concentration of hygromycin (0 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l, 20 mg/l, 25 mg/l). Data were analyzed by using two-way ANOVA, followed by significant when using DMRT further test (Duncan's Multiple Range Test). The results showed soybean variety and concentration of hygromycin significantly effect on the number of live explants, number of shoots, and the emerging shoots. The interaction of soybean varieties and the hygromycin concentration was also a significant effect on all parameters. Optimal concentration of hygromycin required for selection of dry acid soil resistant soybean variety explant on the parameter number living explants, number of shoots, and the emerging shoots was 15 mg/l.


Keywords


kedelai var. tahan tanah kering masam, Higromisin, Secara in vitro

Full Text:

PDF

References


Anggraito YU. 2013. Tanggap eksplan beberapa varietas kedelai terhadap berbagai konsentrasi higromisin dalam kulturin vitro. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA. FMIPA UNY. Yogyakarta, 18 Mei 2013.Hlm 48-55.

Arencibia A, Gentinetta E, Cuzzoni E, Castiglione S, Kohli A, Vain P, Leech M, Christou P, and Sala F. 1998. Molecular analysis of the genome of transgenic rice (Oryza sativa L.) plants produced via particle bombardment or intact cell electroporation. Mol Breeding. 4: 99109.

Asrar A. 2013 Pengaruh ukuran benih terhadap produksi, viabilitas dan vigor dari dua varietas kedelai (Glycine Max (L) Merrill. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

[Balitkabi] Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2008. Mutu kedelai nasional lebih baik dari kedelai impor. Malang: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.

[BPS] Badan Pusat Statistika. 2013. Berita Resmi Statistik. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Barus J. 2013. Soybeans deployment potentialand cultivation at suboptimal land in Lampung. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung. Palembang, 20-21 September 2013. Hlm 1-12.

Bashir K, Rafiq M, Fatima T, Husnain T, and Riazuddin S. 2004. Hygromycin based selection of transformants in a local inbred line of Zea Mays (L.). PJBS. 7(3): 318-323.

Braun R, & Bennett DJ. 2001. Antibiotic resistence in genetically modified (GM) crops. EFB Task Group on Pub Prec of Biotec. 10:1-4.

Cooper J. 2004. Hygromycin: Antibiotic for gene transfer. 6 hlm. http://www.hygromycin.com.

Gaol ML & Fox JED. 2009. Pengaruh variasi ukuran biji terhadap perkecambahan Acacia fauntleroyi (Maiden) Maiden and Blakely. Berk Penel Hayati. 14: 153160.

Liberty, Herman M & Watimena GA. 2009. Development of seed borer resistant soybean through genetic transformation of Cry1 Abgene using Agrobacterium tumefaciens. Zuriat. 20(1): 19-26.

Mulyaningsih ES, Aswidinnoor H, Sopandie D, Ouwerkerk PB, & Loedin IHS. 2010. Transformasi padi indica kultivar Batutegi dan Kasalath dengan gen regulator HD-Zip untuk perakitan varietas toleran kekeringan.Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 38(1): 1-7.

Pardal SJ, Wattimena GA, Aswidinnoor H, Herman M, Listanto E & Slamet. 2004. Transfer of the proteinase inhibitor II gene into soybean through Agrobacterium tumefaciens vector for pod borer resistance. J Bioteknologi Pertanian. 9(1): 20-28.

Paz MM, Martinez JC, Kalvig AB, Fonger TM & Wang K. 2006. Improved cotyledonary node method using an alternative explantderived from mature seed for efficient Agrobacterium-mediated soybean transformation. Plant Cell Rep. 25: 206213.

Salisbury FB & Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan Lukman DR & Sumaryono.Jilid 2. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Slamet. 2011. Perkembangan teknik aklimatisasi tanaman kedelai hasil regenerasi kultur in vitro. J Litbang Pertanian. 30(2): 48-54.

Trustinah, Kasno A, & Wijanarko A. 2009. Toleransi genotipe kacang tanah terhadap lahan masam. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 28(3): 183-191.

Wajtania A, Pulawka J & Gabryszewska E. 2005. Identification and elimination of bacterial contaminants from Pelargonium tissue cultures. J Fruit Ornamental Plant Resear. 13:101-108.

Zakaria AK. 2010. Program pengembangan agribisnis kedelai dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani. J Litbang Pertanian. 29(4): 147-153


Refbacks

  • There are currently no refbacks.