INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH MATA AIR PANAS KRAKAL KEBUMEN DENGAN METODE GEOLISTRIK

S Fauziyah(1), Khumaedi Khumaedi(2), S Linuwih(3),


(1) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(2) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
(3) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Abstract

Energi geothermal merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam yang sedang dikembangkan. Salah satu kawasan geothermal tersebut adalah kawasan wisata mata air panas Krakal, Kebumen. Sumber daya alam geothermal tersebut dikembangkan sebagai objek wisata. Dalam pengembangannya, belum ada informasi struktur bawah permukaan daerah wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran struktur bawah permukaan daerah mata air panas Krakal. Pengambilan data dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi schlumberger pada 5 lintasan dengan 3 titik sounding tiap lintasan. Pengolahan data menggunakan software Progress dan Surfer 10.  Hasil pengolahan data menunjukkan struktur bawah permukaan tersusun oleh 3 lapisan batuan yaitu batu pasir dengan kisaran nilai resistivitas kurang dari 10 Ωm dan ketebalan hingga 20 meter, batu lempung berpasir  dengan rentang nilai resistivitas 10-50 Ωm dan ketebalan mencapai 20 meter, dan batu lempung gamping dengan kisaran resistivitas 50-65 Ωm dan ketebalan 20 meter. Anomali resistivitas rendah mengindikasikan adanya akuifer air panas dan air dingin yang muncul ke permukaan.  

Geothermal energy is one of the wealth of natural resources that are being developed. One such area is the tourist area of geothermal hot springs Krakal, Kebumen. Natural geothermal resources were developed as a tourist attraction. In its development, no information on subsurface structure of the tourist area. This study aims to reveal the subsurface structure of the Hot Springs area Krakal. Data collection was performed by Schlumberger configuration geoelectric method in five 3-point sounding track with each track. Data processing using the software Surfer Progress and 10. The results of the processing of the data showed subsurface structure is composed of 3 layers of rock is sandstone with a range of resistivity values of less than 10 Ωm and a thickness of up to 20 meters, sandy clay stone with a range of values of resistivity 10-50 Ωm and thickness reaches 20 meters, and limestone clay stone with a resistivity range of 50-65 Ωm and a thickness of 20 meters. Low resistivity anomalies indicate the presence of water aquifers hot and cold water that comes to the surface.

Keywords

Geoelectric, geothermal, resistivity.

Full Text:

PDF

References

Asikin, S., A. Handoyo, H. Busono, & S. Gafoer. 1992. Peta Geologi Lembar Kebumen, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Caglar, I. & M. Demirorer. 1999. Geothermal Exploration Using Geoelectric methods in Kestanbol Turkey. Geothermics Journal, 28 (1999): 803-819.

Komori, S., M. Utsugi, T. Kagiyama, H. Inoue, C. H. Chen, H. T. Chiang, B. F. Chao, R.Yoshimura, & W. Kanda. 2014. Hydrothermal system in the Tatun Volcano Group, northern Taiwan, inferred from crustal resistivity structure by audio-magnetotellurics. Springer Open Journal, 1 (20): 1-14.

Kruger, P. & C. Otte. 1973. Geothermal Energy: Resources, Production, Stimulation. California: Stanford University Press.

Kuswanto, A. 2003. Penelitian Penyebaran Mata Air Panas Krakal dengan Metoda Mise-A-La-Masse di Krakal, Alian, Kebumen, Jawa Tengah. Prosiding Himpunan Ahli Geofisika Indonesia. Yogyakarta: UGM.

Lowrie, W. 2007. Fundamental of Geophysiscs. New york: Cambridge University

Nugroho, B. A. 2013. Geologi dan Geokimia Air Panas Bumi Daerah Krakal dan Sekitarnya Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Tesis. Bandung: ITB

Sungkowo, A. 2000. Penyelidikan Penyebaran Sumber Mata Air Panas Krakal Alian, Kebumen, Jawa Tengah dengan Metode Elektromagnetik Very Low Frequency. Prosiding Himpunan Ahli Geofisika Indonesia. Yogyakarta: UGM.

Telford, W.M., L.P Geldart, & R.E Sheriff. 1990. Applied Geophysics. New York. Cambridge.

Ussher, G., C. Harvey, R. Johnstone, E. Anderson. 2000. Understanding The Resistivities Observed in Geothermal Systems. Proceedings World Geothermal Congress 2000. Japan.

Utama, A. P., A. Dwinanto, J. Situmorang, M. Hikmi, & R. Irsamukti. 2012. Green Field Geothermal System in Java. Proceeding 1st ITB Geothermal Workshop 2012. Bandung: ITB.

Zanuar, R. 2009. Pemodelan 2-Dimensi Data Magnetotellurik di Daerah Prospek Panas bumi Gunung Endut, Banten. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.