Pendampingan Jurus Tunggal Berbasis Digital di Kampung Silat Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor

Johansyah Lubis, Abdul Sukur, Moch. Asmawi, Astri Ayu Irawan

Abstract


Perkembangan olahraga pencak silat sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia di dunia, terlihat makin diterimanya oleh masyarakat luas, bahkan Unesco akhir tahun 2019 mengakui sebagai salah satu budaya bukan benda milik Indonesia. Pencak silat juga berkembang sebagai olahraga kompetisi mulai di tingkat multy event SEA Games dan Asian Games, selain kejuaraan Dunia single event yang sudah berjalan 24 kali mulai tahun 1982. Salah satu nomor lomba adalah Jurus tunggal. Jurus tunggal adalah yang mengangkat dari keindahan gerak dari berbagai aliran dan perguruan di Indonesia, Malaysia, brunei dan Singapore. kebutuhan akan kompetensi jurus tunggal sangat dibutuhkan oleh para pelatih dan atlet di Indonesia, mengingat hampir setiap event pencak silat jurus tunggal diperlombakan, baik tingkat pra-remaja, remaja sampai Dewasa, di tingkat O2Sn maupun POPnas dan POMnas. Proses pembelajaran dengan menggunakan Digital menjadi hal penting setelah bergulirnya Revolusi Industri 4.0, dimana hampir semua pelajar memiliki smart phone dan mudah mengakses internet, harapan dengan digital pembelajaran yang benar dari sumber yang terbaik akan membantu pemuda Kampung Silat Jampang, mengingat kampung silat jampang (KSJ) ini menjadi salah satu binaan dari Dompet Dhuafa yang menjadikan kampung ini desa wisata yang terdapat program kampung silatnya. UNJ sebagai salah satu Pembina olahraga silat memiliki kepedulian akan pengembangan jurus tunggal kepada masyarakat kampung Jampang. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan pendampingan, yaitu memberikan pelatihan langsung ke masyarakat selama lebih kurang 1 bulan atau 4 kali seminggu melalui pendampingan pelatih, kemudian diberikan URL youtube jurus tunggal yang sudah disiapkan dan di ambil data melalui google form. Indikator Ketercapaian proses pendampingan dengan angket tentang evaluasi diri.

The development of Pencak Silat as one of Indonesia’s cultural heritage can be indicated from its acceptance by international audience. In 2019, UNESCO inscribed Pencak Silat on the Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pencak Silat has also become sport competition in multi-event SEA Games and ASIAN Games, in addition to the single-event world championship which has been running 24 times since 1982. As one of event categories, Jurus Tunggal (Single Stance) showcases artistic moves from variant styles and schools of silat from Indonesia, Malaysia, Brunei, and Singapore. The Jurus Tunggal assistance is highly needed by coaches and athletes of Silat in Indonesia, considering that Jurus Tunggal is contested in almost every Pencak Silat event such as O2SN, POPnas, and POMnas, either in pre-teen, teen, or adult category. Industry 4.0 has made digital learning essential. At this time, almost each student is equipped with smartphones and internet connection. This is expected that the right digital learning from the best sources would help young practitioners of Pencak Silat in Kampung Silat Jampang (KSJ), which is one of tourism assisted villages of Dompet Duafa. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) as one of the assistants of Pencak Silat sports has concern for the development of Jurus Tunggal to the people in Kampung Jampang by carrying out a community service program. This program allowed UNJ to offer assistance in the form of comprehensive training for approximately a month or 4 weeks. Coach’s personal assistance and instructional Youtube video of Jurus Tunggal were employed. After the program finished, the participants were instructed to take part in a survey using Google form.


Keywords


Pencak silat; Jurus tunggal; Digital; Kampung Jampang.

References


Bakri. (2011). Metode Pembelajaran Mata Kuliah Statika Struktur Berbasis Modul Dan Model Visualisasi. Jurnal Sipil Mesin Arsitektur Elektro (SMARTek), IX(2), 128–139. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/612

Dafik. (2014). Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Retrieved July 23, 2018, from http://dafik-fkip-unej.org/berita-199-keterampilan-berpikir-tingkat-tinggi-hots.html

Erlina. (2013). Pengembangan Media Pembelajaran Persiapan Ujian nasional Matematika Berbasis Multimedia. UG Jurnal, VII(7). Retrieved from http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/ugjournal/article/view/1305

Fatikhah, I., & Izzati, N. (2015). Pegembangan Modul Pembelajaran Matematika Bermuatan Emotion Quetient Pada Pokok Bahasan Himpunan. Eduma, IV(2), 46–61. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24235/eduma.v4i2.29.g29

Febrianita, M., Zahri, W., & Yasnidawati. (2013). Kesulitan Belajar Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Draping 1 Pada Program Studi D3 Tata Busana Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. E-Journal Home Economic and Tourism, II(1), 1–10. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/892/746

Fitria, L. (2013). Perbedaan Persiapan Siswa yang Hasil Belajar Tinggi dan Rendah dalam Menghadapi Ujian Nasional. Jurnal Konseling Pendidikan, I(2), 95–101. Retrieved from http://jurnal.konselingindonesia.com/index.php/jkp/article/view/16

Mustaqim, & Wahib, A. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nahdataeni, I., Sukayasa, S., & Linawati, L. (2015). Proses Berpikir Siswa Dalam Memecahkan Masalah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Ditinjau Dari Gaya Belajar Di Kelas X SMA Negeri 2 Palu. Aksioma: Jurnal Pendidikan Matematika, IV(2), 203–215. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AKSIOMA/article/view/7758

Wagiran. (2006). Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa dan Reduksi Miskonsepsi melalui Pembelajaran Konstruktivistik Model Kooperatif Berbantuan Modul. Jurnal Ilmu Pendidikan, XIII(1), 25–32. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jip.v13i1.60


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.