MEMBANGUN SEKOLAH UNGGUL BERORIENTASI KONSERVASI NILAI DAN WARISAN BUDAYA

Joko Sutarto

Abstract


Globalization which is identified from the rapid growth of information and technology is suspected to bring impacts towards social dynamic and society culture. Communal values such as: manners, politeness, honesty, social solidarity, kinship, hospitality, mutual aid and nationalism which are used to be honored to unite and as the characteristics of Indonesian, now slowly degrading as pragmatism and materialism are getting stronger. When we adore global values, slowly but sure the true national identity is degrading
or even vanished. The Conservation of values and cultural heritage through school teachings is fundamentally urgent to form students’ character and capacity, the moral values of the students can be formed and internalized as a strong character if it is given as early as possible. This strategy is used to create superior schools aiming to preserve conservation values and cultural heritage such as the revitalization of the sublime values, character and national cultures through learning by prioritizing ethics, having the orientation to the conservation of values and cultural heritage, growing awareness, creating a dialogical school environment, developing the ability of learning how to learn. The role of teachers in the studying process and other activities around the school environment shall reflect a characteristics to be followed and taken as example for the students.



Globalisasi yang ditandai kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang cepat dan merambah di semua lini kehidupan ditengarai membawa dampak terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat. Nilai-nilai “bebrayan” seperti: “unggah ungguh”, sopan santun, kejujuran, solidaritas sosial,  kekeluargaan, keramahtamahan, gotong royong dan rasa cinta tanah air yang dulu dijunjung tinggi sekaligus kekuatan
pemersatu dan merupakan karakteristik bangsa Indonesia, saat ini mengalami degradasi bersamaan dengan menguatnya nilai-nilai pragmatisme dan materialisme. Ketika kita lebih mengagung-agungkan nilai nilai global, maka lambat laun akan terjadi semakin menipis atau bahkan hilangnya jati diri bangsa. Konservasi nilai dan warisan budaya melalui  pembelajaran di sekolah dipandang sangat penting dalam
rangka pembentukan watak dan kapasitas peserta didik, nilai moral pada diri peserta didik akan terbentuk dan terinternalisasi menjadi suatu karakter apabila ditanamkan sejak dini. Strategi yang digunakan untuk menciptakan sekolah unggul dengan orientasi konservasi nilai dan warisan budaya adalah revitalisasi nilai luhur, karakter dan budaya bangsa melalui pembelajaran dengan mengedepankan kaidah-kaidah etika, berorientasi konservasi nilai dan warisan budaya,penanaman kesadaran, penciptaan lingkungan
sekolah yang dialogis, mengembangkan kemampuan learning how to learn. peranan guru dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain di lingkungan sekolah harus mencerminkan karakteristik yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi peserta didik.

Keywords


superior school; the conservation of values; cultural heritage; learning process

Full Text:

PDF

References


Beckner Weldon. 2003. Ethics For Educational Leaders (A Guide for Decision Maker ) Baylor University.

Bertens, K. 1994. Etika, Seri Filsafat . Jakarta : PT. Gramedia.

Blanchard, Allan. 2001. Contextual Teaching And Learning . B.E.S.T. 2001

Bush, Tony dan Coleman M. 2000. Leadership and Strategic Management in Education. London: Paul Chapman Publishing Ltd ASAGE Publications Company.

Hanafi Mahtika. 2004. Desentralisasi Dan Demokratisasi

Pendidikan. Tersedia di file:// C:Fika. Kon.pend.nascdBidang_AA1-2.html. Diakses 12 Agustus 2007.

Rohmann,C. 1999. A World of Ideas : A Dictionary of Important Theories, Consepts, Beliefs, and Thinkers. New York : Ballantine Books.

Sackney, L. 1986. Practical Strategies for Improving School Effective-ness. The Cannadian School Executive.

Sriningsih Retno. 2007. Pendidikan dan Transformasi Budaya. Makalah Disampaikan pada Seminar dalam rangka Dies Natalis Universitas Negeri Semarang Ke-42, yang Diselenggarakan FIP UNNES tanggal 16 April 2007.

Tilaar HAR. 2002. Perubahan Sosial dan Pendidikan, Pengantar Pedagogiek Transformatif Untuk Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo.

Undang-Undang No. 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas.

Undang-Undang No. 22/1999 Tentang Pemerintah Daerah. Jakarta : Depdagri.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.