PARADIGMA PENDIDIKAN SENI RUPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Bandi Sobandi, Triyanto Triyanto

Abstract


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membawa dampak perubahan yang sangat serius terhadap berbagai tatanan kehidupan masyarakat, tak terkecuali aspek pendidikan dewasa ini. Derasnya pengaruh budaya global secara terus-menerus telah menimbulkan masalah penggerusan keberadaan budaya lokal yang telah lama hidup dan berkembang dalam masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini, dipandang perlu dilakukan revitalisasi eksistensi budaya lokal melalui pengembangan konsep dan implementasi paradigma pendidikan seni rupa berbasis kearifan lokal. Esensi pendidikan seni dalam kehidupan manusia adalah untuk membangun kapasitas kreatif dan kesadaran budaya melalui seni sebagai medianya. Sasaran pengembangan budaya lokal dilakukan melalui individu, institusi, komunitas dan masyarakat secara komprehensif. Orientasi paradigma ini bertujuan agar peserta didik memiliki kesadaran untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal karena diyakini kearifan lokal selama ini memiliki kemampuan untuk bertahan, mengakomodasi, mengintegrasi, mengendalikan, dan memberi arah perkembangan budaya. Implementasi proses pembelajaran perlu mempertimbangkan: keunikan peserta didik, peran guru, pengelolaan kelas, keterlibatan siswa, dan refleksi hasil pembelajaran yang dilakukan.


Keywords


Identitas Budaya;Paradigma Pendidikan Seni Rupa, Kearifan Lokal;Kesadaran Budaya;esensi pendidikan seni

Full Text:

PDF

References


Abdullah, W. 2013. “Kearifan Lokal Dalam Bahasa dan Budaya Jawa Masyarakat Nelayan di Pesisir Kebumen”. Disertasi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Ayatrohaedi. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.

Azis, B. 2017. ”Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Wisata Kerajinan Tangan di Dusun Rejoso Kota Batu”. Dalam : Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 9 (1). https://doi.org/10.26905/ lw.v9i1.1862

Bresler, Liora & Thomson, & Christine Marme. 2002. The Arts in Children’s Lives Context, Culture, and Curriculum. New York: Kluwer Academic Publishers

Chapman, L. H. 1978. Approach to Art in Education. New York: Harcourt Brace Jovanovich

Cheng, Y. C. 2000. “A CMI-triplization paradigm for reforming education in the new millennium”. In: International Journal of Educational Management, 14(4), 156–174. https://doi.org/10.1108/09513540010371 975

Cole, R. J., & Lorch, R. 2008. “Buildings, Culture and Environment: Informing Local and Global Practices”. In: Buildings, Culture and Environment: Informing Local and Global Practices. https://doi.org/10.1002/97804 70759066

Eglinton, K. A. 2013. Youth Identities, Localities, and Visual Material Culture. Heidelberg: Springer

Forshee, J., & Falola, T. 2006. “Culture and Customs of Indonesia”. In: African Studies Review. https://doi.org/10.2307/525602

Haba, J. 2010. “Realitas Masyarakat Adat di Indonesia: Sebuah Refleksi”. In: Jurnal Masyarakat & Budaya. 12 (2): 255-276.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018.

Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Kebudayaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. Tersedia di: https:// kebudayaan.kemdikbud.go.id/wpcontent/u ploads/2016/01/LAKIP-DITJENBUD-2018- FINAL-1.pdf

Martodirdjo, H. S. 2000. “Local Knowledge For A Sustainable development, Aa Case of the Minahasanese of North Sulawesi”. In: Masyarakat dan Budaya, 3(1), 45–62.

Na Talang, E. 2001. Local Wisdom in the Process and Adaptation of Thai People. 2nd ed. Bangkok: Amarin.

Permana, C. E. (2010). Kearifan lokal Masyarakat Baduy dalam Mitigasi Bencana. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Pornpimon, C., Wallapha, A., & Prayuth, C. 2014. Strategy Challenges the Local Wisdom Applications Sustainability in Schools. Procedia - Social and

Behavioral Sciences, 112 (Iceepsy 2013), 626–634. https:// doi.org/10.1016/j.sbspro 2014.01.1210

Rapanna, P. 2016. Membumikan Kearifan Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi. Makasar: Syah Media.

Read, H. 1970. Education through Art. London: Faber and Faber.

Sukarma, I. W. 2017. “Pengembangan Kearifan Lokal Seni Budaya Melalui Pendidikan Berbasis Banjar di Bali”. In: Proceeding of 2nd International Conference of Arts Language And Culture, 21–32.

Sumaryadi dan Pradoko, S. 2018. Pedagogi Kritis, Bagi Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Charissa Publisher.

Sungkharat, U. et.al. 2010. “Local Wisdom: The Development of Community Culture”. In: International Business & Economics Research Junal, 9(11). 115-120.

Suparmini, dkk. 2013. “Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal”. Dalam: Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 18, No.1, April 2013: 8-22.

Triyanto, T. 2014. “Pendidikan Seni Berbasis Budaya”. dalam: Imajinasi: Jurnal Seni, 7(1), 33-42.

Triyanto. 2017. Spirit Ideologis Pendidikan Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Unesco. 2006. “Road Map for Arts Education The World Conference on Arts Education: Building Creative Capacities for the 21st Century”. Lisbon: Unesco. Tersedia di: http://www.unesco.org/new/fileadmin/MUL TIMEDIA/HQ/CLT/CLT/pdf/Arts_Edu_RoadM ap_en.pdf

https://indonesia.go.id/ profil/ suku-bangsa

http://portalsatu.com/read/kanal/berapa jumlah-bahasa-daerah-di-indonesia-36621




DOI: https://doi.org/10.15294/imajinasi.v14i2.27698

Refbacks

  • There are currently no refbacks.