GENTENG WUWUNG BERBASIS DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAM PENGEMBANGAN BRANDING DESA MAYONG LOR, JEPARA

Eko Darmawanto, Fivin Bagus Septiya Pambudi

Abstract


Untuk menopang ekonomi nasional, dari sisi ekonomi kreatif, diperlukan inovasi dalam mengolah potensi ekonomi kreatif yang dimiliki suatu daerah menjadi sesuatu yang baru. Di Jepara, banyak potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang layak dan menarik untuk dikembangkan, termasuk di dalamnya adalah usaha produksi genteng rakyat di desa Mayong Lor. Produksi genteng rakyat merupakan pasar yang memiliki potensi besar sehingga diperlukan inovasi yang dapat menjadikannya sebuah tren di masa depan dalam bentuk branding yang berbasis kearifan lokal. Inovasi untuk mengemas sebuah produk berbasis kearifan lokal perlu dilakukan karena unsur budaya sebagai perekat bangsa merupakan potensi yang menarik dan menjadi solusi kreatif dengan memberikan nilai ekonomis serta memberikan kekhasan. Melalui desain branding ini, diharapkan genteng wuwung dapat bermetamorfosa menjadi produk ekonomis yang kekinian. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengembangkan genteng wuwung menjadi elemen sebuah branding; (2) Untuk merancang penerapan genteng wuwung sebagai elemen dalam sebuah branding di berbagai bentuk media. Penelitian ini menggunakan metode blackbox dengan pendekatan budaya lokal. Hasil penelitian berupa branding baru dengan filosofi dan karakter genteng wuwung yang dapat diterapkan guna mendapatkan nilai ekonomis yang dapat dijadikan model pengembangan media pendukung.


Keywords


brand;desain;genteng wuwung

Full Text:

PDF

References


Beaudoin, P., Lachance, M. J., & Robitaille, J. 2003. “Fashion innovativeness, fashion diffusion and brand sensitivity among adolescents”. Journal of Fashion Marketing and Management: An International Journal, 7(1),23-30.

Bekraf.go.id/berita/page/9/83infograis-ringkasan-data-statistik-ekonomi-kreatif- indonesia diunduh tanggal 12 april2018

Brewer, G., & Hunt, C. 2018. Exposure to the fashion industry: a design student perspective. International Journal of Fashion Design, Technology and Education, 11(1), 34-40

Darmawanto, Eko. Qomaruddin, Muchammad. 2018. Pengembangan desain Komunikasi visual melalui motif ukir klasik pesisir berbasis arsitektur untuk publikasi wisata pantai. (https://ejournal.unisnu.ac.id/ JSULUH/article/view/1440)

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa Edisi ke Empat. Jakarta. Gramediapustaka.

Destiarmand, A.H. 2009. Pengaruh Modernisme Terhadap Aplikasi Ragam Hias pada Desain Masjid Salman-ITB Karya Ahmad Noe’man. Jurnal. Vis. Art & Des. Volume 3. No.1. Hal11-2

Makkar, M., & Yap, S. F. 2018. The anatomy of the inconspicuous luxury fashion experience. Journal of Fashion Marketing and Management: An International Journal, 22(1),129-156.

Pratiwinindya, R. A., Iswidayati, S., & Triyanto, T. 2017. Simbol Gendhèng Wayangan pada Atap Rumah Tradisional Kudus dalam Perspektif Kosmologi Jawa Kudus. Catharsis, 6(1), 19-27.

Suharson, Arif. 2013. Seni Hias Wuwung Gerabah Kasongan: Makna Simbolik, Orientasi Perubahan, dan Pergeseran Budaya. Jurnal Of Urban Society’s Art.Volume 13. No 2. Hal99-109




DOI: https://doi.org/10.15294/imajinasi.v14i2.27707

Refbacks

  • There are currently no refbacks.