SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KOH UNTUK TAHAPAN TRANSESTERIFIKASI

Ratna Dewi Kusumaningtyas, Achmad Bachtiar

Abstract

Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel atau fatty acid methyl ester (FAME). Biodiesel berasal dari minyak nabati yang dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik, dan mudah diperoleh. Pada penelitian ini digunakan minyak biji karet untuk sintesis FAME. Proses utama dalam pembuatan FAME adalah transesterifikasi. Penelitian ini mengkaji hasil optimum dari variasi konsentrasi katalis KOH dan suhu reaksi pada reaksi transesterifikasi. Preparasi minyak biji karet dengan menggunakan arang aktif granular diikuti dengan degumming. Reaksi esterifikasi dilaksanakan pada kondisi operasi 500 C selama 1 jam, katalis asam sulfat (98%) sebesar 0,5% volume minyak, dan metanol sebesar 20% volume minyak. Reaksi transesterifikasi dilaksanakan selama 1 jam, serta perbandingan volume minyak dan metanol sebesar 4:1. Analisis kadar metil ester yang terbentuk, jumlah komponen, dan komposisinya yang terdapat pada senyawa hasil dilakukan dengan menggunakan alat GC. Kondisi operasi terbaik pada transesterifikasi minyak biji karet menjadi metil ester adalah pada katalis KOH 1% dan suhu 60 0C. Berdasarkan uji sifat-sifat fisis, metil ester yang dihasilkan belum semua memenuhi mutu sifat fisis biodiesel yang disyaratkan.

 

The most widely used fuel is diesel fuel or fatty acid methyl ester (FAME). Biodiesel is derived from vegetable oil that can be renewed, can be produced periodically, and easy to obtain. In this research, the rubber seed was used for synthesizing the FAME. The main process in the production of FAME is transesterification. This study examined the optimum result from variations of the concentration of KOH catalyst and the reaction temperature on the transesterification reaction. Preparation of the rubber seed oil using granular activated charcoal was followed by degumming. Esterification reaction was carried out at 50 oC for 1 h with the sulfuric acid catalyst of 0.5% by volume of oil and methanol of 20% by the volume of oil. Transesterification reaction was carried out for 1 hour with the oil and methanol volume ratio of 4:1. The concentration of methyl ester, the number of components, and the composition of the contained compounds in the resulted products were analyzed using a GC. The best operating conditions on the transesterification of rubber seed oil into methyl ester was by using 1% KOH catalyst at temperature of 60 0C. Based on the analysis of the physical properties, the resulted methyl esters need to be improved further to meet the quality requirements of the physical properties of biodiesel.

Keywords

biodiesel, rubber seed oil, transesterification, methyl ester

Full Text:

PDF

References

Ardiyanti, A. R., Utomo, J., Chandra, G., dan Koharudin., (2003), Pengaruh Kejenuhan Minyak, Jenis dan Jumlah Katalis Basa NaOH, KOH, K2CO3, serta Jenis dan Jumlah Alkohol (Metanol dan Etanol) pada Produksi Biodiesel, Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia 16-17 September 2003, Yogyakarta.

Azis, I., (2005), Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk dan Uji Performance Biodiesel pada Mesin Diesel, Tesis diajukan kepada Sekolah Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Darnoko, D. and Cheryan., (2000), Kinetics of Palm Oil Transesterification in a Batch Reactor, J.Am.OilChem.Soc., 77, 1263-1267.

Groggins, P. H., (1958), Unit Processes in Organic Synthesis, pp. 694-749, McGraw-Hill Book Company, Inc., New York.

Ju, Y. H., Vali, S. K., Jeng, H., Lei, C. C., Widjaja, A., Tjondronegoro, I., Musfil, A. S., and Rachmaniah, O. (2003). Biodiesel dari Minyak Kelapa. Yogyakarta: Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia 16-17 September 2003.

Kusmiyati. (1999), Kinetika Pembuatan Metil Ester Pengganti Minyak Diesel dengan Proses Metanolisis Tekanan Lebih dari 1 Atm, Tesis diajukan kepada Fakultas Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Ming, L. O., Ghazali, H. M., and Let, C. (1999). Use of Enzymatic Esterification Palm-Steari-Sunflower Oil Blends in the Preparation of Table Margarine Formulation. FoodChemistry, 64, 83-88.

Prakoso, T., Indra, B. K., dan Nugroho, R. H. Esterifikasi Asam Lemak Bebas dalam CPO untuk Produksi Metil Ester. Yogyakarta: Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia 16-17 September 2003.

Purnavita, S., (2003), Etanolisis Minyak Sawit dengan Katalisator KOH dan PenambahanUrea dalam Sebuah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk Ditinjau dari Segi Kinetika, Tesis diajukan kepada Fakultas Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Purwono, S., Yulianto, N., dan Pasaribu, R., (2003), Biodiesel dari Minyak Kelapa, Yogyakarta: Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia 16-17 September 2003.

Ramadhas, A. S., Mulareedharan, C., Jayaraj, S., (2005), Performance and emission evaluation of diesel engine fueled with methyls esters of rubber seed oil, Renewable Energy, 30, 1789 – 1800.

Setyawardhani. (2003). Metanolisis Asam Lemak dari dari Minyak Kacang Tanah untuk Pembuatan Biodiesel, Tesis diajukan kepada Fakultas Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Sofiyah. (1995), Kinetika Reaksi Etanolisis Minyak Biji Kapuk dengan Katalisator Natrium Hidroksid dan Penambahan Garam Anorganik, Tesis diajukan kepada Fakultas Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Standart Nasional Indonesia. (2006). “Biodieselâ€. SNI 04-7182-2006.

Swern, D., (1982), Bailey’s Industrial Oil and Fat Products.Vol. 2, 4-ed., John Wiley and Sons, New York.

Tickell, J., (2000), From the Fryer to the Fuel Tank, 3rd ed., Tickell Energy Consulting USA.

Ulf, Schuchardt., Ricardo Sercheli., and Rogerio Matheus Vargas. (1998). Transesterification of Vegetable Oils: aReview. J. Braz Chem Soc., Vol.9, No.1, 199-210.

Widyastuti, Lusiana., (2007), Reaksi Metanolisis Minyak Biji Jarak Pagar menjadi Metil Ester sebagai Bahan Bakar Pengganti Minyak Diesel dengan Menggunakan Katalis KOH. Semarang: Jurusan Kimia Fakultas MIPA UNNES

Yoeswono, Johan Sibarani dan Syahrul Khairi. (2006), Pemanfaatan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Katalis Basa pada Reaksi Transesterifikasi dalam Pembuatan Biodiesel, Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.