PENGARUH PENAMBAHAN EM4 (Effective Microorganism-4) PADA PEMBUATAN BIOGAS DARI ECENG GONDOK DAN RUMEN SAPI

Megawati Megawati

Abstract

Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman yang menjadi limbah perairan dan keberadaannya belum banyak dimanfaatkan. Kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin di dalamnya dapat dimanfaatkan menjadi biogas melalui proses fermentasi. Penelitian ini mengkaji pengaruh EM4 (Effective Microorganism- 4) terhadap massa, nilai kalor, dan kecepatan pembentukan biogas dari eceng gondok. Percobaan dilakukan dalam anaerobic digester berukuran 4 liter, bahan baku yang digunakan adalah eceng gondok, rumen sapi, dan air dengan variabel penambahan EM4 sebesar 1% dan 0%. Fermentasi dilakukan secara batch dengan pengukuran gas (temperatur, tekanan, dan massa) setiap 7 hari sekali sampai hari ke-35. Sebelum proses fermentasi, dilakukan pengujian terhadap rasio C/N campuran bahan baku. Pembakaran gas dilakukan untuk membuktikan gas yang didapat mengandung metana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N untuk variabel dengan penambahan EM4 1% sebesar 5,33 dan rasio C/N untuk variabel dengan penambahan EM4 0% sebesar 7. Jadi, penambahan EM4 dapat menurunkan rasio C/N. Sementara itu, hasil fermentasinya memperlihatkan bahwa EM4 memperkecil produksi biogas meskipun proses pembentukannya cepat. Massa total biogas yang didapat pada variabel EM4 1% sebesar 1,1 g dan variabel EM4 0% sebesar 1,55 g. Tekanan
biogas mengalami fluktuasi (pada variabel EM4 1% sebesar 35,6 cmH2O, sedangkan pada variabel EM4 0% sebesar 40,6 cmH2O). Berdasarkan simulasi menggunakan chemical process simulator software, diketahui heating value biogas sebesar 39.180 kJ/kg.

 

Water hyacinth (Eichornia crassipes) is a plant that becomes waste and its existence has not been widely used. Content of cellulose, hemicellulose, and lignin in it can be converted into biogas through a process of fermentation. Study examines the effect of EM4 (Effective Microorganism-4) on the mass, heating value, and the rate of formation of biogas from water hyacinth. An experiments were performed in anaerobic digesters size of 4 liters, the raw material used is water hyacinth, cow's rumen, and water with variable of EM4 addition of 1% and 0%. Fermentation was carried out in batch condition with gas measurement (temperature, pressure, and mass) every 7 days until the 35th day. Before fermentation, the C/N ratio of raw material mixture was analyzed. The gas was burnt to prove that the obtained gas containing methane. Results showed that the C/N ratio for the variable with the addition EM4 1% is 5.33 and C/N ratio for the variable with the addition EM4 0% is 7. Thus, the addition of EM4 can reduce C/N ratio. Despite the formation process is rapid, the results showed that EM4 reduce the biogas production. Total mass of biogas obtained at variable
EM4 1% is 1.1 g and variable EM4 0% is 1,55 g. Biogas pressure is fluctuated (at variable EM4 1% is 35.6 cmH2O, EM4 0% is 40.6 cmH2O). Based on simulation using the chemical process simulator software, it is known that biogas heating value is 39,180 kJ/kg.

Keywords

Biogas, cow's rumen, EM4 (Effective Microorganism-4), water hyacinth

Full Text:

PDF

References

Al Saedi, T. dkk. 2008. Biogas Handbook. Denmark: University of Southern Denmark Esbjerg

Astals S., Mata J. 2011. Anaerobic Digestion. Departmen D’EnginyeriaQuimica, Universitat de Barcelona

Astuti, N, Soeprobowati, T.R, Budiyono. 2013. Potensi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Rawapening Untuk Biogas Dengan Variasi Campuran Kotoran Sapi. Workshop Penyelamatan Ekosistem Danau Rawapening. KLH dan UNDIP. Semarang.

Batubara Marwan, 2014. Setumpuk Masalah Energi yang Terjadi di Indonesia. Tersedia di: https://bisnis.liputan6.com/read/2065578/setumpuk-masalah-energi-yang-terjadi-di-indonesia. Akses: 14 september 2014.

Budiansyah Agus, dkk. 2011. Karakteristik Endapan Cairan Rumen Sapi asal Rumah Potong Hewan sebagai Feed Supplement. Jurnal ilmiah ilmu-ilmu Peternakan, Vol 14.1.

Haryati T. 2006. Biogas: Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif. Balai Penelitian Ternak. Wartazoa Vol. 16.3.

Herawati Dewi A., dan Andang A. W. 2010. Pengaruh Pretreathment Jerami Padi pada Produksi Biogas dari Jerami Padi dan Sampah Sayur Sawi Hijau secara Batch. Jurnal Rekayasa Proses, Vol 4.1.

Kurniawan D., Sri K., dan Nimas M. S., 2013. Pengaruh Volumee Penambahan Effective Microorganism 4 (EM4) 1% dan Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Pupuk Bokashi dari Kotoran Kelinci dan Limbah Nangka. Jurnal Industria, Vol 2.1: 57 – 66.

Manurung R. 2004. Proses Anaerobik Sebagai Alternatif Untuk Mengolah Limbah Sawit. Universitas Sumatra Utara.

Ruhimat M., dkk. 2009. Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Biogas Skala Rumah Tangga sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan di kampong Parabon desa Warnasari Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung. Laporan Program Penerapan IPTEKS. Universitas Pendidikan Indonesia.

Sundari E., Ellyta S., dan Riko R. 2012. Pembuatan Pupuk organic Cair Menggunakan Bioaktivator biosca dan EM4. Prosiding SNTK TOPI.

Surung M. Y., 2008. Pengaruh Dosis EM4 (Effective Microorganism-4) dalam Air Minum Terhadap BeratBadan Ayam Buras. Jurnal Agrisistem, Vol 4.4.

Tim Pengabdian Masyarakat Dana DIPA. 2010. Pembuatan Digester Biogas Skala Rumah Tangga Menggunakan Kotoran Ternak Sapi. Universitas Sriwijaya.

Tubagus K. dkk. The Effect of C/N Ratios of a Mixture of Beef Cattle Feces and Water Hyacinth (Eichornia crassipes) on the Quality of Biogas and Sludge. Lucrări Ştiinţifice, Vol 55.

Wahyono Wahyono H. dan Nano S. 2012.Biogas Energi Ramah Lingkungan. Jawa Barat: Developing Collaborative Management of Cibodas Biosphere reserve.

Wahyuni Sri, 2013.Biogas, Energi alternative pengganti BBM, Gas, dan Listrik. Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka.

Wati L., Yuni A., dan Dezi H. 2014. Pengaruh Volumee Cairan Rumen Sapi terhadap Bermacam Feses dalam Menghasilkan Biogas. Eksakta, Vol 1.

Windyasmara L., Ambar P., dan Lies M. Y. 2012. Pengaruh Jenis Kotoran Ternak Sebagai Substrat dengan Penambahan Serasah Daun Jati (Tectona grandis) terhadap Karakteristik Biogas pada Proses Fermentasi. Buletin Peternakan, Vol 36.1: 40 – 47.

Yenni, Yommi Dewilda, dan Serly M. S., 2012. Uji Pembentukan Substrat dari Substrat Sampah Sayur dan Buah dengan Ko-Substrat Limbah Isi Rumen Sapi. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 9 (1): 26-36.

Yonathan A., Avianda R. P., Bambang P., 2013. Produksi Biogas dari Eceng Gondok (Eichornia Crassipes): Kajian Konsistensi dan pH Terhadap Biogas Dihasilkan. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Vol. 2.1: 211 – 215.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.