Produksi Bioetanol dari Gulma Eceng Gondok Berbantuan Mikroba dalam Sistem Pencernaan Rayap (Macrotermes Gilvus) untuk Meningkatkan Konversi Enzimatik Menuju Indonesia Mandiri 2025

Dewi Susilowati(1), Tri Septiyaningsih(2), Purwaningsih Purwaningsih(3), Isni Nurul Chamidah(4), Pinandhita Putri(5), Niken Subekti(6),


(1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
(2) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
(3) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
(4) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
(5) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
(6) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Abstract

Indonesia merupakan Negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. hal tersebut berdampak pada tingginya permintaan akan kebutuhan minyak nasional, yang diperdiksi hanya mampu memenuhi kebutuhan energi selama 11 tahun kedepan. Salah satu solusi untuk mengatasi krisis energi yaitu dengan memanfaatkan sumber energi alternatif seperti bioetanol. Selama ini, pengembangan bioetanol berasal dari bahan berpati dan bergula seperti tebu, ubi dan jagung. Padahal bahan-bahan tersebut merupakan sumber pangan yang cukup komersial, sehingga pengembangan bioetanol dari bahan tersebut dapat menimbulkan masalah yang krusial terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya pertimbangan dalam pemilihan sumber bioetanol yang ramah lingkungan seperti pemanfaatan gulma eceng gondok. Pengembangan bioetanol dari gulma eceng gondok tersebut melalui 4 tahapan yaitu tahan pre-hidrolisis treatment dengan asam sulfat 2%, hidrolisis dengan larutan buffer pH 7, fermentasi dengan memanfaatkan peran mikroba dalam sistem pencernaan rayap Macrotermes gilvus untuk mendegradasi selulosa dan destilasi untuk memurnikan bioetanol yang diperoleh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kali ulangan. Variabel penelitian ini yaitu konsentrasi bioaktivator (0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%) dan lama waktu fermentasi yaitu 48 jam dan 96 jam. Hasil yang diperoleh pada penelitian menunjukkan sampel dengan lama waktu fermentasi 48 jam dan ditambahkan bioaktivator 50% memiliki kadar alkohol yang paling tinggi yaitu 2,2%.

Full Text:

PDF

References

[ESDM] Energi Sumber Daya Mineral. 2015. Migas. http://esdm.go.id [23 Oktober 2015]

Alfaro JGR, Lizeth TTD, Gisella AL, Hader ICP &Angel DPC. 2013. Acid Hydrolysis of Water Hyacinth to Obtain Fermentable Sugars. CT&F Ciencia, Tecnologia y Futura 5(2): 101-112.

Bani O, Taslim, Irvan & Iriany. 2015. Process Selection on Bioethanol Production from Water Hyacinth (Eichhornia crassipes). Journal of Engineering Science & Technology 5(1): 29-39.

Das A, Priyanka G, Tanmay, Uma G, Bikas RP & Keshab CM. 2016. Production of bioethanol as useful biofuel through the bioconversion of water hyacinth (Eichhornia crassipes). 3 Biotech 6:70.

Daud M, Wasrin S & Khaswar S. 2012. Bioconversion of Lignocellulosis Materials to Bioethanol Using Aspergillus niger and Saccharomyces cereviciae.Jurnal Parennial.

Grimaldi DB, Marcelo NM, Ricardo PV, Alexander M C, Aline ST, Cynthia BS, Rodolpho MA, Suzete BN, Elói SG, Wanderley de S, Orlando B M and Ednildo AM. 2013. Bacterial community composition shifts in the gut of Periplaneta americana fed on different lignocellulosic materials. A Springer Open Journal. 2:609.

Gunasekaran P & Raj KC. 1999. Fermentation Technology Zymomonas mobilis. Department og microbialTechnology. School of Biological Sciences. India: Mandural Kamaraj University.

Kurnawan E & Angga D. 2013. Jerami Padi (Oryza sativa) Agen Penghasil Bahan Bakar Nabati (BBN) Terbarukan Sebagai Solusi Alternatif Bahan Bakar Minyak (BBM) Untuk Membangun Kalimantan Barat yang Mandiri dan Bebas Emisi. Pontianak: Utan press.

Manivannan A, P Hepsibha J & RT Narendhirakannan. 2012. Enhanced Acid Hydrolysis for Bioethanol Production from Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) Using Fermentating Yeast Candida intermedia NRRL Y-981. Journal of Scientific & Industrial Research 71: 51-56.

Pothiraj C, Ramasubramanian A & Muthukrishnan G. 2014. Sustaining Ethanol Production from Lime Pretreated Water Hyacinth Biomass Using Mono and Co-Cultures of Isolated Fungal Strains with Pichia stipitis. Bioresources and Bioprocessing 1: 27.

Tay BY, Lokesh BE, Lee CY, Sudesh K. 2010. Polyhydroxyalkanoate (PHA) Accumulating Bacteria From The Gut of Higher Termite Macrotermes carbonarius (Blattodea : Termitidae). Journal Microbiology Biotechnology. 26 (6): 1015-1024.

Tempo. 2015. 2026, Cadangan Minyak Nasional Bakal Habis. Edisi 23/09/2015.

Yanuar B & Apip A. 2015. Uji Eksperimental Kadar Bioetanol Eceng Gondok Hasil Destilasi dengan Variasi Waktu Fermentasi. SNTTM XIV.

Zhu Y, Jian L, Huhu L, Hui Y, Sheng X, Fei Z, Xuejia Z, Yun T & Xiangyang L. 2012. Phylogenetic Analysis of The Gut Bacterial Microflora of The Fungus-Growing Termite Macrotermes barneyi. African Journal of Microbiology Research 6(9):2071-2078.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Dewi Susilowati, Tri Septiyaningsih, Purwaningsih Purwaningsih, Isni Nurul Chamidah, Pinandhita Putri, Niken Subekti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
The journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License