Local Wisdom of Osing People in Conserving Water Resources

Sumarmi Sumarmi

Abstract

Each tribe in Indonesia has certain local wisdom to conserve their environment, including managing water resources. The purpose of this research is to identify the local wisdom of Osing people in conserving water resources in Kemiren, Glagah Sub-District, Banyuwangi. This research uses descriptive qualitative method. The data are taken through interview, observation and documentation. The local wisdom of Osing people in managing water resources involves knowledge, values, moral and ethics, and norms, which are applied in forms of suggestions, rules and sanctions, and also old sayings as a guideline for them to behave and act in maintaining, keeping and conserving Mbah Buyut Citi water spring. To keep a constant flow of water debit, they protect trees and plants around the spring (belik), both belik lanang and belik wadon. In maintaining this local culture, the older generations pass on the values, moral, ethics, and norms including Islamic norms (most of them are Moslem) as the guidelines on how to behave and act in practicing the traditions and instincts for respecting the environment to their family, neighbours, relatives and children-grandchildren.

Masing-masing suku di Indonesia memiliki kearifan lokal tertentu untuk melestarikan lingkungan mereka, termasuk kearifan untuk mengelola sumber daya air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Osing dalam melestarikan sumber daya air di Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kearifan lokal masyarakat Osing dalam mengelola sumber daya air meliputi pengetahuan, nilai-nilai, moral dan etika, dan norma-norma yang diterapkan dalam bentuk saran, aturan dan sanksi, serta kata-kata bijak sebagai pedoman bagi mereka untuk bersikap dan bertindak dalam menjaga, menjaga dan melestarikan mata air Mbah Buyut Citi. Untuk menjaga aliran konstan debit air, mereka melindungi pohon-pohon dan tanaman di sekitar musim semi (belik), baik belik lanang dan wadon belik. Dalam mempertahankan budaya lokal ini, generasi tua mewariskan nilai-nilai, moral, etika, dan norma-norma termasuk norma-norma Islam (kebanyakan dari mereka adalah Muslim) sebagai pedoman tentang bagaimana bersikap dan bertindak dalam menjalankan tradisi dan naluri untuk menghormati lingkungan untuk keluarga mereka, tetangga, kerabat dan anak-cucu.

Keywords

osing people; local wisdom; water resources conservation

Full Text:

PDF

References

Aris, Marfai Muh. 2012. Pengantar Etika Lingkungan dan Kerifan Lokal. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Aulia, Tia Oktaviani Sumarna dan Dharmawan, Arya Hadi. 2010. Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumber daya air di Kampung Kuta. ISSN : 1978-4333, Vol. 04, No. 03 5 Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia | Desember 2010, hlm. 345-355.

Bahri, Syaiful. 2014. Deforestasi Tinggi, Pemerintah Gagal Kawal Inpres no 10/2011. Dakwatuna com/ 3 Juli 2014.

Burirat, Schart, dkk. 2010. A Study of Local Wisdom in Management of the Community Forest in Ban Nong Hua Khon, Tambon Nong Muen Than, At Samat District, Roi-Et Province. Pakistan Journal of Social Sciences. Year: 2010. Volume: 7. Issue: 2 | Page No.: 123-128

Gadgil, M and Berkes, F. 1991. Traditional Resource Management System. Manila. Resource Management and Otimization

Geriya, I Wayan. 2004. Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Referensi Hukum dalam Kearifan Lokal Daerah Bali. Majalah Kerta Wicaksana. Denpasar. Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Herawati, Isni. 2004. Kearifan Lokal diLingkungan Masyarakat Using Kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur.Yogyakarta. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.

Keraf, Sony. 2002. Etika Lingkungan Hidup, Penerbit Kompas, Jakarta.

Marfai, Muh Aris. 2012. Pengantar Etika Lingkungan dan Kerifan Lokal. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Menggali Kearipan Budaya Nusantara, (http://djatiesampoerno.weebly.com/1/post/2011/01/menggali-kearifan-lokal-nusantara.html, browsed on 9 Desember 2013)..

Mumfangati, Titi. 2004. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Yogyakarta. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.

Raka, I dewa gede. 2008. Pembangunan Karakter Dan Pembangunan Bangsa:Menengok Kembali Peran Perguruan Tinggi. Disampaikan pada Sidang Terbuka Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, 28 November 2008.

Rochsun dan Lestari Lilis. 2012. Studi tentang Tanggapan Masyarakat terhadap Upacara Adat Ider Bumi di Desa Kemiren Glagah Banyuwangi. Jurnal Humaniora Vol 9 No. 1 Juni 2012 hal 6-13.

Sartini. 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafati. Jurnal Filsafat, Agustus 2004, Jilid 37, Nomor 2.

Suhartini. 2009. Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009.

Siswadi, Tukiman Taruna, Hartuti Purnaweni. 2011. Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Mata Air (Studi Kasus Di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal). Jurnal Ilmu Lingkungan Volume 9, issue 2: 63-68 (2011) issn 1829-8907.

Sumaatmadja. Nursid. 2000. Manusia Dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung. CV. Alfabeta. 2011, Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana UNDIP.

Sumarmi. 2014. Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Yogjakarta. Aditya Media. ISBN 978-602.7957-50-3.

Sumintarsih, dkk. 2005. Kearifan Lokal di lingkungan Masyarakat Nelayan Madura.

Susilo, Rachmad K Dwi. Sosiologi Lingkungan & Sumber daya Alam perspektif Teori dan Isu-isu mutakhir. Yogyakarta. AR-RUZZMEDIA.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 Tentang Sumber daya Air.

Winoto, dkk. 1992. Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaan Dalam Upaya Pemeliharaan Lingkungan Hidup di Daerah Riau. Jakarta.Proyek Penelitian Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Lokal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. http://hamimnova.wordpress.com/2010/10/08/nilai-nilai-pendidikan-budaya-dan-karakter-bangsa-pbkb-dalam-kbm.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.