KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM TINDAK TUTUR MELARANG DAN MENGKRITIK PADA TUJUH ETNI

Noibe Halawa(1), Erizal Gani(2), Syahrul R(3),


(1) Padang statet university
(2) 
(3) 

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam melarang dan mengkritik berdasarkan etnis yang meliputi: 1) Mitra lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya dan belum akrab; 2) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan belum akrab; 3) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah kedudukannya dan belum akrab; 4) Mitra tutur orang yang disegani; 5) Mitra tutur lebih tua atau tinggi kedudukannya dan sudah akrab; 6) Mitra tutur sama besar atau sama kedudukannya dan sudah akrab; dan 7) Mitra tutur lebih muda atau lebih rendah dan sudah akrab. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket kepada 100 responden serta teknik analisisnya dilakukan dengan persentase. Dari tujuh konteks kesantunan berbahasa Indonesia dalam tindak tutur melarang didominasi oleh bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) sebanyak 5 strategi bertutur, terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 2 strategi bertutur. Sedangkan pada tindak tutur mengkritik didominasi oleh terus terang dengan basa basi kesantunan positif (TBKP) sebanyak 4 strategi bertutur sedangkan bertutur terus terang tanpa basa basi (TTB) 2 strategi bertutur.

Keywords

kesantunan, tindak tutur, melarang, mengkrtik, etnis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.