HUBUNGAN INTERTEKSTUAL ANTARA FILM DAN NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

Suseno -, U’um Qomariyah

Abstract


Sangat menarik membicarakan dunia film dan novel karena keduanya bukan hanya suatu peristiwa budaya dan
sosial masyarakat seputarnya, akan tetapi film dan novel merupakan pemain, penentu, peletak dasar yang
merekam realitas kehidupan yang membias darinya. Novel dan film merupakan bentuk dari apresiasi karya seni
dengan media yang berbeda Berbicara masalah novel dan film tentu merupakan aktivitas yang menarik karena
keduanya berangkat dari pemenuhan apresiasi karya seni. Salah satu novel dan film yang sangat menarik
untuk dikaji adalah AAC. Penelitian ini bermaksud melihat variasi-variasi dan perubahan fungsi yang terdapat
dalam film AAC berdasar novel asli selaku hipogramnya dengan meninjau sistem sastra dan sistem filmnya
melalui telaah studi ekranisasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, penelitian ini menggunakan validitas
semantis, yakni mengetahui keabsahan lewat pemaknaan data. Pemaknaan data didasarkan atas teori
intertekstual yang digunakan sebagai pisau analisisnya. Hasil temuan dipercaya sebagai data setelah dilakukan
pembacaan secara berulang-ulang (intrarater). Berdasar hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa
antara film dan novel AAC terdapat perbedaan struktur dan fungsi. Sruktur yang dibahas meliputi alur, tokoh dan
penokohan, serta setting. Secara umum, novel dan film AAC mempunyai alur yang hampir sama meskipun jika
dirinci keduanya sedikit berbeda; misalnya adanya pengurangan peristiwa, penambahan peristiwa, atau
pengubahan letak urutan peristiwa. Sedangkan perbedaan tokoh dan penokohan antara film dan novel AAC
lebih terletak pada penggambaran dan pengimajian. Dalam novel, penggmbaran tokoh begitu kuat dan ini tidak
terlihat jelas dalam film. Begitu juga dengan penggambaran setting. Meskipun pengambilan gambar di film AAC
disamakan dengan novelnya, namun kekuatan narasi bahasa novel sepertinya sulit divisualisasikan dalam film.
Perbedaan cerita film dan novel menunjukkan bahwa semua itu dilakukan dalam rangka fungsi. Fungsi-fungsi
tersebut berangkat dari media dan konsumen yang berbeda. Film lebih berorientasi “pasar dan menginginkan
karya yang marketable. Selain itu, media, pembaca, dan situasi juga merupakan fungsi-fungsi yang membentuk
wujud sastra tersendiri.
Kata Kunci: novel, film, struktur, fungsi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.