Analisis Hukum Kedaulatan Digital Indonesia

Siti Yuniarti, Erni Herawati

Abstract


Abstrak

Perkembangan TIK, khususnya internet, memunculkan berbagai aktivitas melalui ruang siber (cyberspace) yang memunculkan manfaat dan resiko secara bersamaan. Dalam perspektif negara, pemanfaatan TIK dapat dioptimalkan untuk menjalankan fungsi negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Guna mendorong pemanfaatan dalam ruang siber secara optimal, diskusi mengenai kedaulatan negara dalam ruang siber menjadi salah satu pertanyaan mendasar. Penegakan kedaulatan digital oleh negara kerap pula diperlukan untuk meminimalisasi efek negatif yang timbul pada lingkup politik, sosial, ekonomi, budaya dan keamanan nasional. Olehkarenanya, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kedaulatan digital diinterprestasikan oleh Indonesia melalui instrumen pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal yang memerlukan penelitian lanjutan. Menggunakan metode yuridis normatif, penelitian awal ini menyimpulkan bahwa dalam rangka pembentukan kedaulatan digital oleh negara, Indonesia saat ini memusatkan pada pembentukan cyber territory dan sumber daya manusia sebagai langkah awal untuk membangun kedaulatan digital. Namun, Indonesia belum memiliki regulasi pada level undang-undang yang secara khusus mengatur mengenai perlindungan data pribadi.

The development of ICT's, especially the internet, has led to various activities through cyberspace that has generated benefits and risks simultaneously—from a state's perspective, using ICTs to carry out the state's function in externalizing the welfare's society. To optimize cyberspace's utilization, the discussion on state sovereignty in cyberspace is one of the fundamental questions. The state's enforcement of digital sovereignty is often needed to minimize the adverse effects on political, social, economic, cultural, and national security. Therefore, this research goal is to analyze how Indonesia interprets digital sovereignty through government instruments. This research is early-stage research that requires further research. This preliminary study concludes that Indonesia is currently focusing on developing cyber territory and human resources as a first step to develop Indonesia's digital sovereignty. However, the protection of personal data has not been covered by a specific personal data act at this moment.


Keywords


sovereignty; cyber; digital sovereignty

Full Text:

PDF

References


Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.(2018).Survey APJII:penetrasi internet indonesia capai 143 juta jiwa.Buletin APJII.22.2-7. https://apjii.or.id/content/read/104/348/BULETIN-APJII-EDISI-22---Maret-2018

Adolf, Huala.(2015). Aspek-aspek negara dalam hukum internasional.Bandung:Keni Media.

Barlow, John Perry.(1996). A declaration of the independence of cyberspace. https://www.eff.org/cyberspace-independence

Barr, Bob.(2002).Protecting national sovereignty in an era of international meddling: an increasingly difficult task. Harvard journal of legislation,39(1),299-324.

Bellanger, Pierre. De la souveraineté en général et de la souveraineté numérique en particulier (sovereignty in general and digital sovereignty in particular), Les Échos, dalam Farid Gueham.(2017). Digital sovereignty-step towards a new system of internet governance.Perancis:Fondafol.org.

Budiarjo, Miriam. (1991). Aneka pemikiran tentang kuasa dan wibawa. Sinar Harapan, Jakarta, hlm.16 dalam Tony Hanoraga. Dialektika hubungan hukum dan kekuasaan. Jurnal Sosial Humaniora, 1(1).43-64.

Eichensehr, Kristene.(2015).The cyber-law of nations. The Georgetown Law Journal, 103(317),318-380.

Heidegger, Martin.(1977). The question concerning technology and other essays, diterjemahkan oleh William Lovitt. New York& London: Garland Publishing.

Hollis, Duncan B.,(2012). Cyberdialogue 2012: what is stewardship in cyberspace?, Temple University Legal Studies Research Paper No. 2012-25, 1-11. https://ssrn.com/abstract=2038523

HR, Ridwan.(2011). Hukum administrasi negara.Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Kelsen, Hans.(1956). Principles of international law.New York:Rinehart & Co.

Khalimatus Nur, Sa’diyah & Ria Tri Vinata.(2016). Rekonstruksi pembentukan national cyber defense sebagai upaya mempertahankan kedaulatan negara. Jurnal Perspektif, 21(3),168-186.

Kusumohamidjojo, Budiono. (2016).Teori hukum - dilema antara hukum dan kekuasaan. Bandung:Yrama Widya.

Kusumaatmadja, Mochtar. (tanpa tahun). Fungsi dan perkembangan hukum dalam pembangunan nasional, Binacipta, Jakarta,hlm.5 dalam Tony Hanoraga. Dialektika hubungan hukum dan kekuasaan. Jurnal Sosial Humaniora, 1(1).43-64.

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(2009).101 Tanya Jawab Seputar UU ITE.Jakarta:Kominfo.

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(19 Juni 2016).Kominfo luncurkan gerakan nasional 1000 startup digital. https://kominfo.go.id/content/detail/7689/kemkominfo-bersama-kibar-luncurkan-gerakan-nasional-1000-startup-digital/0/berita_satker

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(4 Januari 2019). Siaran Pers No. 06/HM/KOMINFO/01/2019: Empat fokus kerja Mekoninfo 2019. https://kominfo.go.id/content/detail/15838/siaran-pers-no-06hmkominfo012019-tentang-empat-fokus-kerja-menkominfo-tahun-2019/0/siaran_pers

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(31 Oktober 2018).Siaran Pers No.293/HM/KOMINFO/10/2018:Libatkan public bangun klasifikasi data elektronik untuk kepastian berusaha. https://kominfo.go.id/content/detail/15234/siaran-pers-no-293hmkominfo102018-tentang-libatkan-publik-bangun-klasifikasi-data-elektronik-untuk-kepastian-berusaha/0/siaran_pers

Kementerian Komunikasi dan Informastika.(25 Oktober 2018).Siaran Pers No.287/HM/KOMINfo/10/2018:Kerja bersama ekosistem, percepat pembangunan sektor kominfo. https://kominfo.go.id/content/detail/15161/siaran-pers-no-287hmkominfo102018-tentang-kerja-bersama-ekosistem-percepat-pembangunan-sektor-kominfo/0/siaran_pers

Kementerian Komunikasi dan Informastika.(6 Oktober 2018). Siaran Pers No.259/HM/KOMINFO/10/2018:Kominfo bentuk kekuatan generasi muda yang siap perangi serangan siber. https://kominfo.go.id/content/detail/14909/siaran-pers-no-259hmkominfo102018-tentang-kominfo-bentuk-kekuatan-generasi-muda-yang-siap-perangi-serangan-siber/0/siaran_pers

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(18 Desember 2018).Tahun 2019 Pemerintah siapkan 20 ribu peserta digital talent scholarship. https://kominfo.go.id/content/detail/15696/tahun-2019-pemerintah-siapkan-20-ribu-peserta-digital-talent-scholarship/0/berita_satker

Kementerian Komunikasi dan Informatika.(2018).Database. https://trustpositif.kominfo.go.id/

Koran Tempo, Mewujudkan Pasar Tradisional Online, 22 Januari 2019, hlm.2

Isjwara.(1999). Pengantar ilmu politik. Bandung: Putra A Bardin.

Inkster, Nigel.(2016). China’s cyber power. London: Routledge/IISS.

Irawan, Johanes. (2018).Pelaksanaan yurisdiksi universal dalam kedaulatan nasional negara-negara. Depok:Rajagrafindo Perkasa.

Nugraha, Yudhistira, Kautsarina& Ashwin, Sastrosubroto Sasongko.(2015). Towards Data Sovereignty in Cyberspace.3rd International Conference on Information and Communication Technology (ICoICT). https://www.cs.ox.ac.uk/.../Towards%20Data%20Sovereignity%20in%20Cyberspace

Nagan,Winston P & Hammer, Craig.(2004).The Changing character of sovereignty in international law and international relations. J. Transnat'l L. 141(43). http://scholarship.law.ufl.edu/facultypub/595

Marbun,B.N(2007). Kamus politik. Jakarta: Sinar Harapan.

Masyarakat Telekomunikasi Indonesia.(4 September 2015).Kedaulatan cyber NKRI di era dunia yang serba terhubung (globally-networked). https://mastel.id/kedaulatan-cyber-nkri-di-era-dunia-yang-serba-terhubung-globally-networked/

Perritt, H. H. Jr.(1997). Cyberspace and state sovereignty. Journal of International Legal Studies,

Miller,Samuel F.(2003). Prescriptive jurisdiction over internet activity: the need to define and establish the boundaries of cyberliberty. Indiana Journal of Global Legal Studies, 10(2).227-254.

Otto, Boris.(2016). The industrial data space: architecture blueprint for digital sovereignty. Fraunhofer:University of Berlin.

Polatin, Dana Reuben & Wright, Joss. An internet with BRICS characteristic: data sovereignty and the balkanisation of the internet, 4th USENIX Workshop on Free and Open Communications on the Internet.

Proksch,Wolfram&Schwiehoffer Erich. (2011). Internet governance and territoriality nationalization of cyberspace. BILETA, 1-8.

Schia, Niels Nagelhus& Gjesvik.Lars.(2017). China’s cyber sovereignty, policy brief,2/2017,Norsk Utenrickspolitisk Institute. https://brage.bibsys.no/xmlui/handle/11250/2434904

Sitompul, Joshua.(2012). Cyberspace, cybercrimes, cyberlaw - tinjauan aspek hukum pidana. Jakarta:Tatanusa.

Symantec, N. (2016). Norton cyber security insights report global corporation. Symantec Corporation. https://us.norton.com/cyber-security-insights-2016

Strong,CF.(2004). Konstitusi-konstitusi politik modern. Bandung:Nusamedia.

Wu, Timothy. S.(1997). Cyberspace sovereignty?the internet and the international system. Harvard Journal of Law & Technology, 10(3).648-665.

Yeli, Hao.(2016). A three-perspective theory of cyber sovereignty. Prims, 7(2).109-115.




DOI: https://doi.org/10.15294/pandecta.v15i2.18293

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.