Rekonseptualisasi Hukum Indonesia

Sulaiman Sulaiman(1),


(1) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Abstract

Abstract: The state of law in Indonesia concept has changed after amendments to the Constitution of the Republic of Indonesia 1945. After the amendment, the state of law in Indonesia concept is no longer rechtsstaat or rule of law, but the supreme State Law Indonesia. The intent of this assertion has very important significance, particularly if associated with the existing legal system in the world. The concept of state law rechtsstaat and the rule of law is very influential to Indonesian law states. Therefore, the assertion the supreme State Law Indonesia is not simple given the very strong influence of the legal system of the law of Indonesia from the first until now -especially from Europe. The question arises will contain any Indonesian legal concepts relating to the supreme State Law Indonesia. How the history and development of what is called Indonesia's law? To search for Indonesian law that could umbrella various legal possibilities in one room, consider how important the conceptualization and need reconceptualization against the law. In the legal assessment it is important to sit validly legal position of Indonesia in the development of legal science.

 

Abstrak: Konsep negara hukum di Indonesia sudah berubah setelah dilakukan amandemen Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Setelah amandemen, konsep negara hukum di Indonesia bukan lagi rechtsstaat atau rule of law, melainkan Negara Hukum Indonesia. Maksud penegasan ini memiliki makna sangat penting, terutama jika dikaitkan dengan sistem hukum yang sudah ada di dunia. Konsep negara hukum rechtsstaat dan rule of law sangat berpengaruh bagi negara hukum Indonesia. Oleh karena itu, penegasan Negara Hukum Indonesia tidak sederhana mengingat pengaruh yang sangat kuat dari sistem hukum yang ada terhadap hukum Indonesia dari dahulu hingga sekarang –terutama dari Eropa. Muncul pertanyaan akan berisikan apa saja konsep hukum Indonesia terkait dengan Negara Hukum Indonesia. Bagaimanakah sejarah dan perkembangan apa yang dinamakan dengan hukum Indonesia itu? Untuk mencari hukum Indonesia yang bisa memayungi berbagai kemungkinan hukum dalam satu ruang, penting dikaji bagaimana konseptualisasi dan perlukan rekonseptualisasi terhadap hukum tersebut. Dalam kajian hukum penting untuk mendudukkan secara sahih posisi hukum Indonesia dalam perkembangan ilmu hukum.

Keywords

epistemologi; rekonseptualisasi; negara hukum; indonesia; epistemology; reconceptualization; the state of law.

Full Text:

PDF

References

Abubakar, L. 2013. Revitalisasi Hukum Adat sebagai Sumber Hukum dalam Membangun Sistem Hukum Indonesia, Jurnal Dinamika Hukum, 13 (2): 319-322.

Amiruddin, H. 2010. Republik Umar bin Khattab. Yogyakarta: Total Media.

Arief, BN. 2012. Pembangunan Sistem Hukum Nasional (Indonesia). Semarang: Pustaka Magister.

Armia, MS. 2003. Perkembangan Pemikiran dalam Ilmu Hukum. Jakarta: Pradnya Paramita.

Asshiddiqie, J. 1998. Undang-Undang Dasar 1945: Konstitusi Negara Kesejahteraan dan Realitas Masa Depan. Pidato Pengukuhan Guru Besar. Jakarta: FHUI, 13 Juni.

Asshiddiqie, J. 2004. Konstitusi dan Konstitusionalisme. Jakarta: MK dan Pusat Studi HTN FH UI.

Asshiddiqie, J. 2005. Hukum Tata Negara dan Pilar-pilar Demokrasi, Serpihan Pemikiran Hukum, Media, dan HAM. Jakarta: Penerbit KonPress.

Asshiddiqie, J. 2005. Konstitusi dan Konstitualisme Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press.

Asshiddiqie, J. 2006. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga-lembaga Negara Pasca-Reformasi. Jakarta: Sekretariat Jenderal MK.

Asshiddiqie, J. “Gagasan Dasar tentang Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi”, dalam Oktoberina, SR dan Savitri, N (Ed.). 2008. Butir-butir Pemikiran dalam Hukum Memperingati 70 Tahun Prof. Dr. B. Arief Sidharta, S.H. Bandung: Refika Aditama.

Azhary, MT. 2010. Negara Hukum Suatu Studi tentang Prinsip-prinsipnya dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Cetakan ke-4. Jakarta: Predia Media Group.

Budiono, T. 2005. Globalisasi Ekonomi dan Reposisi Hukum Negara. Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin. 17(2-3): 275-277.

Budiyanto. 2008. Hukum Indonesia dalam Perspektif Kesejarahan dan Modernisasi Hukum Nasional. Jurnal Hukum dan Dinamika Masyarakat. 5(2):2008.

Burns, P. “Adat yang Mendahului Semua Hukum” dalam Davidson, JS dkk (Ed.). 2010. Adat dalam Politik Indonesia. Jakarta: KITLV-Obor.

Cahyadi, A dan Manullang, EF. 2008. Pengantar ke Filsafat Hukum. Cet.2. Jakarta: Kencana Prenada Group.

Dayanto. 2013. Rekonstruksi Paradigma Pembangunan Negara Hukum Indonesia Berbasis Pancasila. Jurnal Dinamika Hukum. 13 (3): 449-508.

Dimyati, K. 2001. Di Tengah Pengembangan Pemikiran Teori Hukum, Sepi dari Wacana. Jurnal Ilmu Hukum. 4(2): 129-132.

Dimyati, K. 2005. Teorisasi Hukum, Studi tentang Pemikiran Hukum di Indonesia 1945-1990. Surakarta: Muhammadyah University Press.

Dimyati, K. “Pemikiran Hukum Progresif, Otentitas Pemikiran Berbasis Ideologi Keindonesiaan”, dalam Mahfud MD dkk. 2013. Dekonstruksi dan Gerakan pemikiran Hukum Progresif. Yogyakarta: Thafa Media.

Freidrich, CJ. 2008. Filsafat Hukum Perspektif Historis. Cet. Ke-2. Penerjemah Raisul Muttaqin. Bandung: Nusamedia.

Hartono, S. “Mencari Falsafah Hukum Indonesia yang Melatarbelakangi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945”, dalam Oktoberina, SR dan Savitri, N (Ed.). 2008. Butir-butir Pemikiran dalam Hukum Memperingati 70 Tahun Prof. Dr. B. Arief Sidharta, S.H. Bandung: Refika Aditama.

Husni Jalil. 2004. Eksistensi Otonomi Khusus Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan UUD 1945. Disertasi. Bandung: Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Iqbal, A. 2000. Diplomasi Islam, Penerjemah Samson Rahman. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Islami, MN. 2015. Hukum dan Kebebasan Berpikir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Khadduri, M. 1955. War and Peace in the Law of Islam. Baltimore dan London: The John Hopkins Press.

Koesnadi dan Ibrahim (1988). Muntoha. 2009. Demokrasi dan Negara Hukum. Jurnal Hukum, 16 (3): 384-385.

Koesnoe, M. “Hukum Dasar Kita dan Hukum Tidak Tertulis”, dalam Widnyana IM dkk (Ed.). 1995. Bunga Rampai Pembangunan Hukum Indonesia. Bandung: Eresco.

Kurniawan, JA. “Gagasan Membangun (Kembali) Ilmu Hukum Adat Normatif: Konseptualisasi Mohammad Koesnoe tentang Hukum Adat sebagai Dasar Hukum Nasional Indonesia”, dalam Kurniawan, JA. (Ed.). 2013. Mohammad Koesnoe dalam Pengembaraan Gagasan Hukum Indonesia. Jakarta: Epistema dan Huma.

Kusuma, RM. AB. 2004. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945, Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan. Jakarta: Badan Penerbit FH UI.

Kusumaatmaja, M. 2006. Konsep-konsep Hukum dalam Pembangunan, Kumpulan Karya Tulis. Cetakan Kedua. Bandung: Alumni.

Latief, Y. 2011. Negara Paripurna, Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.

Lubis, S. “Hukum Nasional dalam Rangka Pembangunan Jangka Panjang Kedua”, dalam Widnyana, IM dkk (Ed.). 1995. Bunga Rampai Pembangunan Hukum Indonesia. Bandung: Eresco.

Luthan, S. 2012. Dialektika Hukum dan Moral dalam Perspektif Filsafat Hukum. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum. 19(4): 507-509.

Mahfud MD. 2009. Capaian dan Proyeksi Kondisi Hukum Indonesia. Jurnal Hukum. 16(3): 291-310.

Mahfud MD. “Inilah Hukum Progresif Indonesia”, dalam Mahfud MD dkk. 2013. Dekonstruksi dan Gerakan Pemikiran Hukum Progresif. Yogyakarta: Thafa Media.

Marwan, A dan Arizona, Y. “Posisi Hukum dalam Pemikiran Mochtar Kusuma-atmadja”, dalam Shidarta (Ed.). 2012. Mochtar Kusuma-Atmaja dan Teori Hukum Pembangunan. Eksistensi dan Implikasi. Jakarta: Epistema dan Huma.

Muntoha. 2009. Demokrasi dan Negara Hukum. Jurnal Hukum. 16 (3): 379-395.

Palguna, IDG. 2008. MK, Judicial Review, dan Welfare State. Jakarta: Sekjen MK.

Poggi, G. 1990. The State: Its Nature, Development and Prospects. Stanford, California: Stanford University Press.

Purwadi, P, dkk. 2015. Konsekuensi Transplantasi Hukum Terhadap Pancasila Sebagai Norma Dasar Dan Hukum Lokal. Jurnal Justisia. 91 (3). 2015.

Radhie, TM. “Pembangunan Hukum Nasional dalam Perspektif Kebijakan”, Makalah Seminar Hukum. Yogyakarta, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 19-21 Oktober 1987.

Rahardjo, S. 1980. Hukum dan Masyarakat. Bandung: Angkasa.

Rahardjo, S. “Pembangunan Hukum di Indonesia dalam Konteks Situasi Global”, dalam Dimyati, K. (Ed.). 2000. Problema Globalisasi Perspektif Sosiologi Hukum, Ekonomi, dan Agama. Surakarta: Universitas Muhammadyah Press.

Rahardjo, S. 2005. “Hukum Adat dalam negara Kesatuan Republik Indonesia, Perspektif Sosiologi Hukum”. Makalah yang disampaikan pada Lokakarya Hukum Adat. Jakarta: MK, 4-6 Juni.

Rahardjo, S. 2006. Negara Hukum yang Membahagiakan Rakyatnya. Yogyakarta, Genta Press.

Rahardjo, S. 2006. Hukum dalam Jagad Ketertiban. Jakarta: UKI Press.

Rahardjo, S. 2006. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rahardjo, S. “(Ilmu) Hukum dari Abad ke Abad”, dalam Oktoberina, SR dan Safitri, N (Ed.). 2008. Butir-butir Pemikiran dalam Hukum, Memperingati 70 Tahun Prof. Dr. B. Arief Sidharta. Bandung: Refika Aditama.

Rahardjo, S. 2009. Negara Hukum yang Membahagiakan Rakyatnya. Yogyakarta: Genta.

Rosadi, O. 2010. Inkorporasi Prinsip Keadilan Sosial dalam Pembentukan UU Kehutanan dan UU Pertambangan Periode 1967-2009. Jakarta: PDIH UI.

Rosadi, O. 2012. Quo Vadis Hukum Ekologi dan Keadilan Sosial dalam Perenungan Pemikiran (Filsafat) Hukum. Yogyakarta: Thafa Media.

Samekto, A. 2015. Pergeseran Pemikiran Hukum dari Era Yunani Menuju Postmodernisme. Jakarta: Konstitusi Press.

Santoso, HMA. 2014. Hukum, Moral, dan Keadilan, Sebuah Kajian Filsafat Hukum. Cet.2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setiardja, AG, 2007. Filsafat Pancasila Bagian I. Cetakan XV. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

Sidharta, BA. 1996. Refleksi tentang Fondasi dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembanan Ilmu Hukum Nasional Indonesia. Disertasi. Bandung: Unpad.

Sidharta, BA. 1999. Refleksi Struktur Ilmu Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Sidharta, BA. “Hukum Progresif dari Sisi Filosofis: Persepsi Epistemologis, Hermeneutis, dan Metafisika”, Makalah Seminar Nasional Hukum Progresif. Semarang: MIH Undip, 20 Juli 2009.

Sidharta, BA (Penerjemah). 2008. Meuwissen tentang Pengembanan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum, dan Filsafat Hukum. Cet. 2. Bandung: Refika Aditama.

Sidharta, BA. “Struktur Ilmu Hukum” dalam, Warassih E dkk. 2012. Refleksi dan Rekonstruksi Hukum Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Thafa Media.

Sidharta, BA dan Kusumaatmaja, M. 2000. Pengantar Ilmu Hukum. Bandung: Alumni.

Simamora, J. 2014. Tafsir Makna Negara Hukum dalam Perspektif Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jurnal Dinamika Hukum. 14 (3): 547-561.

Soemantri, S. 1985. Ketetapan MPR(s) Sebagai Salah Satu Sumber Hukum Tata Negara. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suseno, FM. 1999. Etika Politik Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Cetakan Kelima. Jakarta: Gramedia.

Suseno, FM. 2002. Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Cetakan Ke-12. Yogyakarta: Pustaka Filsafat.

Suteki. “Perkembangan Ilmu Hukum dan Implikasi Metodologisnya”, dalam Warassih E dkk. 2012. Refleksi dan Rekonstruksi Ilmu Hukum Indonesia. Yogyakarta: Thafa Media.

Tanya, BL. Dkk. 2010. Teori Hukum Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Cet. 3. Yogyakarta: Genta Publishing.

Thaib, D. 2000. Kedaulatan Rakyat Negara Hukum dan Konstitusi. Yogyakarta: Liberty.

Wignjosoebroto, S. 1994. Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional: Suatu Kajian tentang Dinamika Sosial-Politik dalam Perkembangan Hukum Selama Satu Setengah Abad di Indonesia, 1840-1990. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Wignjosoebroto, S. 2013. Hukum dalam Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Winarno, B. 2014. Dinamika Isu-isu Global Kontemporer. Jakarta: Buku Seru.

Wiratraman, RHP. “Dehumanisasi, Negara Hukum, dan Konstitusionalisme di Indonesia: Melacak Jejak Pemikiran Soetandyo Wignjosoebroto Soal Ketatanegaraan”, dalam Safitri, MA (Ed.). 2015. Hukum yang Lahir dari Bumi Kultural Rakyat, Soetandyo Wignjosoebroto tentang Hukum, Sejarah, dan Keindonesiaan. Jakarta: Epistema dan HuMA.

Yamin. “Kedudukan dan Peranan Hukum Adat dalam Pembinaan Hukum Nasional menurut Soetandyo Wignjosoebroto: Tanggapannya terhadap MM. Djojodigoeno”, dalam Safitri, MA (Ed.). 2015. Hukum yang Lahir dari Bumi Kultural Rakyat, Soetandyo Wignjosoebroto tentang Hukum, Sejarah dan Keindonesiaan. Jakarta: Epistema dan Huma.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.