Permainan Tradisional Sebagai Upaya Menstimulasi Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini

  • Shofyatun AR PG PAUD FKIP UNTAD
  • Besse Nirmala PG PAUD FKIP UNTAD
Keywords: Permainan Tradisional, Tingkat Pencapaian Perkembangan, Anak Usia Dini

Abstract

Tulisan ini berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi permainan tradisional terhadap tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5-6 tahun di Kecamatan Palu Barat Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang didukung oleh catatan lapangan. Analisis data kualitatif digunakan berdasarkan pada model analisis oleh Miles dan Hubberman dengan pemeriksaan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu: permainan yang diimplementasikan di lembaga PAUD yaitu Kadende, Bakiak, Congklak, Tapak Kuda (kalempa), Simpai, Angklung, Lompat Tali Dan Ular Naga. 1) aspek perkembangan fisik motorik dapat dikembangkan saat anak mulai melakukan koordinasi otot dan indera, 2) aspek perkembangan kognitif  akan berkembang ketika anak mengetahui bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan jumlah alat permainan, 3) aspek perkembangan sosial emosional dapat terstimulasi melalui interaksi sosial yang terbangun diantara pemain, 4) aspek perkembangan bahasa dapat dikembangkan melalui komunikasi lisan antara pemain, 5) aspek perkembangan moral-agama dapat terlihat saat anak mulai belajar untuk mematuhi aturan main yang telah disepakati sebelumnya, 6) sedangkan aspek perkembangan seni dapat distimulasi melalui lagu yang dinyanyikan saat bermain.

Published
2018-11-23