HUBUNGAN USIA, PENDIDIKAN, DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR MENJAHIT (STUDI KASUS PESERTA DIDIK BIPTAK DISPERINDAG PROVINSI JAWA TENGAH)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ismi Aisyah
Musdalifah Musdalifah
Rahmatul Diva

Abstract

Abstract. Garment sewing operator skills training at the Textile and Footwear Product Industry Center (BIPTAK) is one of the non-formal educational institutions that has heterogeneous students, from different educational backgrounds, diverse learning motivations as well. This heterogeneous level that makes the success of learning every student is not the same between students with one another. The analytical method used is multiple linear regression method using SPSS. Data collection techniques used in this study used a questionnaire, observation and documentation. The results of the data analysis showed that there was a positive and significant relationship between the variables of age, education, and motivation with learning outcomes in sewing, where the R value was 0,441 and the significance value for the relationship of age, education, and motivation simultaneously with sewing learning outcomes was 0,033 > 0,05. The coefficient of determination of  19,4% shows that age, education, and motivation contribute to learning outcomes in sewing.


Keywords:  Sewing; Motivation; Education; Age


Abstrak. Pelatihan keterampilan operator jahit garmen di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang memiliki peserta didik yang heterogen, dari latar belakang jenjang pendidikan yang berbeda-beda, usia yang beragam dan motivasi belajar yang beragam pula. Tingkat heterogen  ini yang membuat keberhasilan belajar setiap peserta didik tidaklah sama antara peserta didik satu dengan yang lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier berganda menggunakan bantuan SPSS. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Hasil dari analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel usia, pendidikan, dan motivasi  dengan hasil belajar menjahit, dimana nilai R sebesar 0,441 dan nilai signifikansi untuk hubungan usia, pendidikan, dan motivasi  secara simultan dengan hasil belajar menjahit adalah sebesar 0,033 > 0,05. Koefisien determinasi sebesar 19,4% menunjukkan bahwa usia, pendidikan, dan motivasi memberikan konstribusi terhadap hasil belajar menjahit.


Kata Kunci: Menjahit; Motivasi; Pendidikan; Usia

##plugins.themes.academic_pro.article.details##