Blue Economy daerah Pesisir Berbasis Kelautan dan Perikanan

mursal fajar hakim

Abstract


Abstrak
Untuk melawan tantangan era globalisasi serta pasar bebas yang sedang menjadi tren dan budaya ekonomi dunia, Indonesia harus mempunyai kekuatan lebih untuk menjadi sebuah negara yang tangguh dalam perekonomiannya. Secara historis dan ideologis bangsa Indonesia sudah didoktrin untuk menjadi bangsa yang agraris dan menggunakan land base economic oriented sebagai pola pertumbuhan ekonominya. Namun hingga saat ini belum ada sebuah perekonomian yang kuat terkecuali kuatnya nilai konsumsi pasar dalam negeri, perlu ada penggalian kembali potensi potensi pertumbuhan perekonomian yang ada sehingga mampu untuk menjadi bangsa yang tangguh akan krisis ekonomi global. Potensi yang belum tersentuh adalah Potensi Kelautan dan Perikanan yang sangat melimpah, Produk Domestik Bruto pertahun menunjukan bahwa kelautan dan perikanan menyumbang 10,3% dengan tingkat pertumbuhan positif pada harga konstan. Dapat diartikan bahwa kontribusi sektor perikanan dan kelautan mengalam kecenderungan yang semakin meningkat. Dan tidak bisa dianggap remeh dalam sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, Kesejahteraan masyarakat yang berada di pesisir sangat lah rendah, bahkan lebih rendah dari masyarakat yang berfokus pada pembangunan di sektor lain. Perekonomian Indonesia akan maju bila di dukung dengan pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini sangat penting untuk menumbuhkan daerah pesisir yang masuk dalam tingkat kesejahteraan rendah sehingga perlu ada sebuah pembenahan kembali, lewat Penguatan sektor kelautan dan industri perikanan maka akan meningkatkan perekonomian daerah pesisir yang secara langsung akan meningkatkan angka kesejahteraan masyarakat. Strategi pembangunan perikanan dan kelautan harus terstruktur dan sistematis sehingga tercipta sebuah sinergi antara stake holder. Sebagai bentuk penyelesaian struktur pembangunan perikanan dan kelautan maka perlu ada penguatan di segala sektor seperti, Penetapan kebijakan moneter dan fiskal yang pro pembangunan kelautan dan perikanan, Peningkatan pelestarian ekologi secara menyeluruh untuk keberlangsungan green economy yang nantinya membuat ketahanan sumber daya alam, Peningkatan kinerja dan pembangunan serta investasi pada sektor riil untuk mendapatkan devisa negara secara utuh. Dan pada capaian visi perlu ada sebuah persepsi dasar kepada masyarakat tentang Penguatan perekonomian pesisir berbasis Kelautan dan Perikanan.
Abstract
To counter the challenges of globalization and the free market that is becoming a trend and culture of the world economy, Indonesia should have more power to be a strong state in the economy. Historically and ideologically indoctrinated Indonesian nation has become a nation that agricultural land base and use as a pattern-oriented economic growth. But until now there is no a strong economy with the exception of the strong domestic market consumption value, there needs to be digging back potential economic growth potential so that no nation can afford to be tough going global economic crisis. Potential of the untapped potential of Maritime Affairs and Fisheries is very abundant, Gross Domestic Product per year shows that the marine and fisheries accounted for 10.3% with a positive growth rate at constant prices. Means that the contribution of fisheries and marine sector have developed an increasing trend. And can not be underestimated in its contribution to economic growth. However, the public welfare which was located on the coast very low, even lower than that focuses on community development in other sectors. Indonesia’s economy going forward if supported by equitable level of social welfare, in this case it is important to grow the coastal areas that fall into the lower levels of well-being so that there is a need to reform again, through the strengthening of marine and fisheries sector will boost the economy of the coastal areas will directly increase the number of public welfare. Fisheries and marine development strategy should be structured and systematic so as to create a synergy among stake holders. As part of the completion of the development of fisheries and marine structures then there needs to be strengthened in all sectors such as, Determination of monetary and fiscal policies which pro development of marine and fisheries, increase the overall ecological conservation for sustainable green economy that will create resilience of natural resources, improved performance and development and investment in the real sector to earn foreign exchange for the country intact. And the achievement of the vision necessary to have a basic perception of the public about the coastal economy based Strengthening Marine and Fisheries.

Keywords


kelautan, perikanan, pesisir, pembangunan ekonomi, blue economy marine, fisheries, coastal, economic development, blue economy

References


Bengen, Dietriech. 2010. Perspektif pembangunan negara maritim. Indonesia maritim institute, Jakarta.

BKTRN. 30-31 Oktober 2002. Proceeding Seminar Nasional : Pengaruh Global Warming terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ditinjau dari kenaikan permukaan air laut dan banjir, Jakarta,

Tridoyo, Kusumastanto, 2000, Perencanaan dan Pengembangan Pulau- Pulau Kecil, Makalah pada Lokakarya Pendekatan Penataan Ruang dalam Menunjang Pengembangan Wilayah Pesisir, Pantai dan Pulau-Pulau Kecil, Jakarta.

Siagian, Sondang P, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Ja7

Mursal Fajar Hakim / Economics Development Analysis Journal 2 (2) (2013)

karta

Wibisono , Makarim. 2003 Kebijakan Pengembangan Infratruktur mendukung pembangunan ekonomi maritim kawasan selatan Indonesia, Kementrian Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Jakarta.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.