PEMBERIAN SEDUHAN BIJI MAHONI UNTUK MENURUNKAN KADAR MALONDYALDEHID SETELAH MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL

  • Syamsul Harsa Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan tentang seduhan biji mahoni untuk menyembuhkan kelelahan yang disebabkan oleh kadar malondyaldehid yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh seduhan biji mahoni terhadap kadar malondyaldehid setelah melakukan aktivitas fisik maksimal, dan untuk mengatahui dosis yang lebih optimal seduhan biji mahoni untuk menurunkan kadar malondyaldehid. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Post test Only Kontrol Design. Rancangan penelitian menggunakan 30 ekor (Rattus norvegicus) strain wistar berkelamin jantan dewasa usia dua bulan dengan berat 150 s/d 180 gram. Tiga puluh ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok secara acak, terdiri dari 5 ekor tikus tiap kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol tanpa perlakuan, kelompok kedua sebagai kontrol dengan aktivitas fisik renang 30 menit, dan 3 kelompok tersisa adalah kelompok treatment dengan dosis yang berbeda. Pertama dengan dosis 1,08ml, kedua 2,16ml, dan ketiga 4,32ml. Hasil penelitian kadar malondyaldehid memilliki rata-rata kelompok kontrol tanpa perlakuan : 13,13 nmol/ml, kelompok kontrol dengan aktivitas fisik maksimal : 19,85, dosis (1,08ml) : 16,85 nmol/ml, dosis (2,16ml) : 14,89 nmol/ml, dan dosis (4,32ml) : 17,77 nmol/ml. Simpulan penelitian terdapat pengaruh pemberian air seduhan biji mahoni terhadap kadar malondyaldehid,  disarankan untuk mengkonsumsi seduhan biji mahoni sebagai pengikat radikal bebas dalam tubuh.

References

Aried Eriadi. et al. “Uji Efek Imunomodulator Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) dengan Metode Bersihan Karbon”. Prosiding Seminar Nasional & Workshop “Perkembangan Terkini Sains Farmasi & Klinik 5”. 2015

Ferbian M. Siswanto. et al. “Aktivitas Fisik Maksimal Akut (Acute Overtraining) Menyebabkan Kerusakan Sel β Pankreas Mencit” Jurnal Biomedik (JBM), Volume 7, Nomor 2. 2015

Hery Winarsy, M.S. 2007. Antioksidan Alami & Radikal Bebas. Yogyakarta : Kanisius

I Nyoman Arsana. “Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Pelatihan Fisik Menurunkan Stres Oksidatif pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Selama Aktivitas Fisik Maksimal”. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar. 2014

Iwan Kurniawan, “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Biji Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) Terhadap Kadar ALT (Alanin aminotransferase) Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Asetaminofen”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2013

Ken Inayati Latifa. “Profil Kadar MDA (Malondialdehid) pada Tikus yang Diberikan Ekstrak Herba Thymi (Thymus Vulgaris)”. Naskah Publikasi. 2015

Mudassir, Aminuddin, Abd. Qadar Punagi. “Analisis Kadar Malondialdehid (MDA) Plasma Penderita Polip Hidung Berdasarkan Dominasi Sel Inflamasi pada Pemeriksaan Histopatologi”. Penelitian Ilmiah . 2012

Sussi Astuti. Isoflavon “Kedelai Potensinya sebagai Penangkap Radikal Bebas”. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian Volume 13, No. 2. 2008

Zulia Hazli. “Isolasi Senyawa Golongan Flavonoid Biji Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.) yang Berpotensi sebagai Antioksidan”. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. 2011
Published
2020-12-31
How to Cite
Harsa, S. (2020). PEMBERIAN SEDUHAN BIJI MAHONI UNTUK MENURUNKAN KADAR MALONDYALDEHID SETELAH MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL. Journal of Sport Science and Fitness, 6(2), 78-83. https://doi.org/10.15294/jssf.v6i2.41923
Section
Articles