Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma ajwa dan jus semangka kuning sebelum aktivitas fisik maksimal pada penumpukan asam laktat dan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dari keduanya dalam mencegah penumpukan asam laktat setelah melakukan aktivitas fisik maksimal. Metode penelitian adalah eksperimental dengan “randomized pre-test, post-test, and control group design”. Sampel 21 orang, dibagi 3 kelompok. Kelompok 1 (n=7), aktivitas fisik maksimal + air mineral 500 ml, kelompok 2 (n=7), aktivitas fisik maksimal + jus kurma ajwa 500 ml, kelompok 3 (n=7), aktivitas fisik maksimal + jus semangka kuning 500 ml. Aktivitas maksimal berupa wide push-up dengan intesitas 80 % dari repetisi maksimal pada masing-masing sampel. Hasil uji T-test menunjukkan adanya perubahan asam laktat dari awal aktivitas fisik sampai selesai dengan nilai p kelompok kontrol (p = 0,0001), kelompok kurma (p = 0,001), dan kelompok semangka (p = 0,004). Peneliti melakukan uji lanjutan menggunakan ANOVA dengan nilai post-test p = 0,613, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dari pemberian kontrol, kurma, dan semangka. Simpulan penelitian adalah tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian kelompok kontrol, kurma, dan semangka. Selisih angka yang diperoleh dari pre-test dan post-test kelompok kontrol adalah 4,314 mmol/L, kurma 4,343 mmol/L, dan semangka 3,229 mmol/L.