Kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita siswa SMA

Main Article Content

Rohimatul Azizah
Zaenuri Zaenuri
Iqbal Kharisudin

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita adalah peran yang sangat penting dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 30 siswa dari kelas X MIPA 4 SMA Negeri 2 Grabag diambil 2 siswa diambil secara acak. Pengumpulan data adalah tes tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif persentase. Pemecahan masalah disini menurut langkah-langkah Polya, sebagai berikut, (a) memahami masalah, (b) mengkaitkan unsur yang diketahui dan ditanyakan dan merumuskan dalam bentuk model matematika, (c) memilih strategi penyelesaian, dan (d) menginterprestasikan hasil terhadap masalah semula dan memeriksa kembali kebenaran solusi. Hasil penelitian sebagai berikut 11 siswa atau 37% dari jumlah siswa dapat menyelesaikan soal cerita dengan 4 langkah pemecahan masalah menurut polya, 6 siswa atau 20% dari jumlah siswa mampu menyelesaiakan soal cerita dengan 3 langkah pemecahan masalah menurut Polya, 5 siswa atau 17% dari jumlah siswa mampu menyelesaiakan soal cerita dengan 2 langkah pemecahan masalah menurut Polya, 4 siswa atau 13% dari jumlah siswa mampu menyelesaiakan soal cerita dengan 1 langkah pemecahan masalah menurut Polya, 4 siswa atau 13% dari jumlah siswa belum mampu menyelesaikan soal cerita menurut Polya.

Article Details

How to Cite
Azizah, R., Zaenuri, Z., & Kharisudin, I. (2020). Kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita siswa SMA. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 237-246. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37597
Section
Articles

References

Asikin, M. (2011). Daspras Pembelajaran Matematika 1. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Hendriana Heris, et al. (2018). Hard Skillls dan Soft Skills Matematika Siswa. Bandung: Penerbit PT Refika Aditama.
Polya, G. (1973). How to Solve it: A new Aspect of Mathematical Method. 2nd ed. New Jersey: Princenton University Press.
Raharjo, M. (2009). Modul Matematika SD Program Bermutu Pembelajaran Soal Cerita di SD. Jakarta: Depdiknas Dirjen PMPTK PPPPTK
Raharjo & Astuti. (2011). Pembelajaran Soal Cerita Operasi Hitung Campuran di Sekolah Dasar.
Saad, N. S. & Ghani, A. S. (2008). Implementing Kolb’s Learning Style into Online Distance Education. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 1, 45-54.
Saleh, H. (1992). Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita di Kelas V SD Negeri Percobaan Surabaya. Tesis. PPs IKIP Surabaya
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuanitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta
Suherman, et al. (1999). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumarmo, U. (1994). Suatu alternatif pengajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMA di Kodya Bandung. Laporan Penelitian IKIP Bandung: Tidak diterbitkan.
Tashakkori, A., & Charles, T. (2010). Mixed Meethodologi Mengkombinasikan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wilson, P. (1993). Research Ideas for The Classroom High School Mathematics (Mathematical Symbols and Representations). Macmillan Publishing Company.
Wijaya. (2007). Pendidikan Remedial. Bandung: Rosdakarya
Yuwono, A. (2010). Profil Siswa SMA Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian. Tesis. Surakarta: PPS Universitas Sebelas Maret.