Kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada model eliciting activities berdasarkan self-concept matematis

Main Article Content

Nurlaela Eka Cahyati
Iqbal Kharisudin

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia masih rendah. Salah satu strategi yang akan diterapkan pada kemampuan pemecahan masalah di penelitian ini adalah strategi pemodelan matematika dengan mengidentifikasi besaran, menentukan hukum yang mengendalikan, menentukan solusi model, dan menginterpretasikannya menjadi solusi masalah melalui Model Eliciting Activities (MEAs) sehingga tercipta self-concept matematis siswa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada MEAs dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self-concept matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilanjutkan deskriptif dengan variabel penelitian yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-concept matematis. Data diambil dengan dokumentasi, tes, angket, dan wawancara, selanjutnya diolah dengan uji ketuntasan klasikal, uji t, uji proporsi, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities mencapai ketuntasan klasikal; (2) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities lebih baik dibandingkan dengan pada model pembelajaran konvensional; (3) self-concept matematis siswa berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 31,2 %; (4) dua subjek kategori self-concept matematis tinggi masing-masing memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi dan rendah, dua subjek kategori self-concept matematis sedang dan rendah berturut-turut memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang dan rendah.

Article Details

How to Cite
Cahyati, N., & Kharisudin, I. (2020). Kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada model eliciting activities berdasarkan self-concept matematis. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 571-580. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/37609
Section
Articles

References

Azwar, S. (2005). Penyusunan Skala Psikologi. Edisi 1, Cetakan 7. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
Cahyono, A. N., & Suyitno, H. (2018). Penyelesaian Soal Bertipe Pemodelan Matematika. In Modul Pemodelan dalam Pembelajaran Matematika untuk PPG dalam Jabatan. Jakarta: Kemenristekdikti RI.
Chamberlin, S. A., & Moon, S. M. (2008). How Does the Problem Based Learning Approach Compare to the Model-Eliciting Activity Approach in Mathematics? International Journal for Mathematics Teaching and Learning, 9(3), 78–105. Retrieved from http://www.cimt.plymputh.ac.uk/journal/chamberlin.pdf.
Cheng, A. N. G. K. (2009). Mathematical Modelling and Real Life Problem Solving. In Mathematical Problem Solving: Yearbook 2009, Association of Mathematics Educators (pp. 159–182). Singapore: World Scientific.
Dhamayanti, A., & Wijaya, A. (2018). Effectiveness Of Learning Approach Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) In Term Of Reasoning Skill And Problem Solving Skill Of Junior High School Student. Jurnal Pendidikan Matematika-S1, 7(4), 29–37.
Diyastanti, A., & Rachmani, N. (2018). Enhancing Mathematical Problem Solving Ability through Model Eliciting Activities. Unnes Journal of Mathematics Education, 7(3), 180–187.
Fasni, N., Turmudi, T., & Kusnadi, K. (2017). Mathematical Problem Solving Ability of Junior High School Students through Ang ' s Framework for Mathematical Modelling Instruction Mathematical Problem Solving Ability of Junior High School Students through Ang' s Framework for Mathematical Modelling I. In International Conference on Mathematics and Science Education (ICMScE) (pp. 1-5). IOP Publishing.
Kharisudin, I. (2018). Buku Pembinaan OSN SMP 2018. Tidak diterbitkan.
Kuzle, A. (2007). Patterns of Metacognitive Behavior During Mathematics Problem-Solving in a Dynamic Geometry Environment Ana Kuzle University of Paderborn. International Electronic Journal of Mathematics Education, 8(1).
Marsh, H. W., & Craven, R. (1997). Academic Self-Concept: Beyond The Dustbowl. Handbook of Classroom Assessment: Learning, Achievement, and Adjustment, (1979), 131–198.
NCTM. (2000). Principle and Standards for School Mathematics. United States of America: National Council of Teachers of Mathematics.
Nuria, G. I., Barona, E. G. E. G., Nieto, L. J. B., Ignacio, N. G., Nieto, L. J. B., & Barona, E. G. E. G. (2006). The Affective Domain in Mathematics Learning. International Electronic Journal of Mathematics Education, 1(1), 16.
Nurliastuti, E., Dewi, N. R., & Priyatno, S. (2018). Penerapan Model PBL Bernuansa Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Motivasi Belajar Siswa. In Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika (Vol. 1, pp. 99–104). Universitas Negeri Semarang.
Nursyarifah, N., Suryana, Y., & Lidinillah, D. A. M. (2016). Penggunaan Pemodelan Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Aritmatika Sosial Siswa Sekolah Dasar. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(1), 138–149.
Oktaviani, R., Suyitno, H., & Mashuri. (2015). Kefektifan Model-Eliciting Activities Berbantuan LKPD terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Disposisi Matematis Peserta Didik Kelas VIII. Unnes Journal of Mathematics Education, 5(3), 191-198.
Polya, G. (1988). How to Solve It: A New Aspect of Mathematical Method (Seconded.). Princeton, NJ: Princeton Science Library Printing.
Prasetyo, A., Dwidayati, N. K., & Junaedi, I. (2017). Kemampuan Koneksi dan Disposisi Matematis Siswa Ditinjau dari Tipe Kepribadian Info Artikel Abstrak. Unnes Journal of Mathematics Education, 6(2), 190–197.
Putra, A. A., & Subhan, M. (2018). Mathematics Learning Instructional Development based on Discovery Learning for Students with Intrapersonal and Interpersonal Intelligence ( Preliminary Research Stage ). International Electronic Journal of Mathematics Education, 13(3), 97–101.
Rahmawati, D., Darmawijoyo, D., & Hapizah, H. (2018). Desain Pembelajaran Materi Fungsi Linier Menggunakan Pemodelan Matematika. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 7(1), 65.
Sugiyono, P. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sultra, W. S. R. Y. (2018). Self-Concept of Junior High School Student in Learning Mathematics. In The International Conference On Mathematical Analysis, Its Applications and Learning (pp. 44–49).
Surya, E., & Putri, F. A. (2017). Improving Mathematical Problem-Solving Ability and SelfConfidence of High School Students Through Contextual Learning Model. Journal on Mathematics Education, 8(1), 85–94.
Ulandari, L., Amry, Z., & Saragih, S. (2019). Development of Learning Materials Based on Realistic Mathematics Education Approach to Improve Students ’ Mathematical Problem Solving Ability and Self-Efficacy. International Electronic Journal of Mathematics Education, 14(2), 375–383.
Wilkins, J. L. M. (2004). Mathematics and Science Self-Concept: An International Investigation. Journal of Experimental Education, 72(4), 331–346.
Wulandari, N. F. (2015). Indonesian Students’ Mathematics Problem Solving Skill in PISA And TIMSS. In Proceeding of International Conference On Research, Implementation And Education Of Mathematics And Sciences (pp. 17–19).