PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN ASESMEN OTENTIK BAGI GURU BIOLOGI SMA/MA

  • Rita Ariyana Nur Khasanah Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 1 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Andreas Priyono Budi Prasetyo Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 1 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
  • Sri Mulyani Endang Susilowati Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 1 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia
Keywords: Teacher guidebook, authentic assessment, biology learning

Abstract

Abstrak

___________________________________________________________________

Buku panduan asesmen otentik yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA (2013) menunjukkan ‘kurang tepat’ untuk digunakan oleh guru biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan asesmen otentikbagi guru biologi SMA/MA dan mendeskripsikan validitas, kelayakanisi, keterbacaan dan implementasi buku tersebut. Penelitian ini adalah Research and Development (R &D). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pecangaandan SMA Negeri 1 Jepara dengan 5 orang guru biologi yang menerapkan kurikulum 2013 sebagai responden. Buku panduan divalidasi oleh 2 ahli (ahli media danahlimateri). Data diambil menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Buku panduan yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA (2013) disusun untuk guru secara umum dan guru biologi pada kenyataannya mengalami kesulitan dalam menyusun instrument dan rubric untuk pembelajaran biologi dengan tepat. Guru  biologi membutuhkan buku panduan asesmen otentik yang khusus untuk biologi agar  dapat menerapkan asesmen otentik sesuai dengan pembelajaran biologi dan tujuan pendidikan sains. Buku panduan asesmen otentik yang dikembangkan diklasifikasikan ‘sangat valid’, ditinjau dari segi media (95,875%) dan materi (95,31%). Buku panduan tersebut juga diklasifikasikan ‘sangal layak’ ditinjau dari kelayakanisi (95,31%) dantingkat keterbacaannya ‘tinggi’ (79,2%) oleh guru biologi. Keterterapan buku panduan tersebut diklasifikasikan dalam criteria baik. Meskipun demikian, guru biologi belum bias melaksanakan asesmen, utamanya asesmen afektif dan psikomotorik karena berbagai kendala.

 

Abstract

___________________________________________________________________

The authentic assessment guidebook  compiled by Direktorat Pembinaan SMA showed ‘less appropriate’. This study  was aimed  at   developing an authentic assessment guidebook  for senior high school biology teachers and   describing its validity, worthiness, legibility, and implementation.  This study was Research and Development modified from Borg & Gall (2003). This research was conducted at SMA Negeri 1 Pecangaan and SMA Negeri 1 Jepara, with  5  biology teachers that applied the Curriculum of 2013 as respondents. The Guidebook was validated by experts on media and subject matters. Data were collected by interview and observation techniques. Data were analyzed by descriptive analysis of quantitative and qualitative. The guidebook was compiled  for teachers in general and biology teachers in particular who had  difficulty in preparing  instruments and rubrics for biology appropriately. Biology teachers need authentic assessment guidebook  specifically for biology to apply authentic assessment appropriate for biology learning and science education goals. The guidebook was  classified  ‘very valid’ in term of both the media (96,875%) and materials (95,31). The guidebook was also classified ‘very appropriate’ (95,31%) and  high level of legibility  (79,2%) by  biology teachers. Implementation of authentic assessment guidebook  was  under good criteria. However, biology teachers was unable to apply authentic assessment mainly  on affective and psychomotor aspects effectively because of   various constraints.

.

References

Anwar, H. 2009. Penilaian Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains. Jurnal Pelangi Ilmu. 2 (5): 103-113.

Basuki, I & Hariyanto. 2014. Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Bhakti, A. S., S. Kusairi, dan Muhardjito. 2014. Pengembangan Model Penilaian Otentik Berbasis Kurikulum 2013. Skripsi. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.

Bridges, L. 1994. Assessment Continuous Learning. California: Stenhouse Publishers.

DiMartino, J., & A. Castaneda. 2007. Assessing Applied Skills. Educational Leadership. 64 (7): 38–42.

DiMartino, J., A. Castaneda, M. Brownstein, & S. Miles. 2007. Principal’s Research Review, Authentic Assessment. National Association of Secondary School Principals. 2 (4): 1-8.

Direktorat Pembinaan SMA. 2013. Model Penilaian Hasil Belajar Siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah.

Glencoe. 2002. Performance Assessment in the Science Classroom. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

Martin, D. J. 2003. Elementary Science Methods a Constructivist Appoarch 3rd Edition. USA: Thomson Learning Inc.

Mueller, J. 2005. The Authentic Assessment Toolbox: Enhancing Student Learning through Online Faculty Development. Journal of Online Learning and Teaching. 1 (1) : 1-7.

______. 2015. The Authentic Assessment Toolbox. http://jfmueller.faculty.noctrl.edu/toolbox/.htm. [diakses 6-2-2015].

Ngadip. 2009. Konsep dan Jenis Penilaian Autentik (Authentic Assessment). E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 1: 1-13.

Nurgiyantoro, B & P. Suyata . 2011. Model Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa. Litera. 10 (2): 114-125.

Pantiwati, Y. 2013. Hakikat Asesmen Otentik dan Penerapannya dalam Pembelajaran Biologi. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains. 1 (1): 1-10.

Wiggins, G. 1990. The Case for Authentic Assessment. Washington DC: Eric Digests.

Yulianti. 2014. Tingkat Keterlaksanaan Implementasi Kurikulum 2013 dalamPembelajaran Biologi SMA Negeri di Kabupaten Dompu Tahun Ajaran 2013/2014. Artikel Penelitian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram.

Published
2015-08-01
Section
Articles