Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam usaha konservasi hutan, menganalisis faktor pendorong dan faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam usaha konservasi hutan, dan menganalisis sejauh mana pengaruh konservasi hutan terhadap kehidupan  sosial budaya masyarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model kasus tunggal. Fokus penelitian ini konservasi hutan di sekitar Desa Nglebut, Randublatung, Blora. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan model analisis interaktif. Tingkat partisipasi masyarakat dalam konservasi hutan sangat ditentukan oleh mata pencaharian mereka. Para pengrajin kursi dari tonggak jati maupun para pencari tonggak jati memiliki tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Sedangkan masyarakat petani dan pedagang relatif rendah paran sertanya dalam usaha konservasi hutan. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari peran serta LMDH dan BKPH dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan, di samping kearifan lokal. Meskipun demikian tingkat pendidikan, pendapatan masyarakat, maupun akses masuk desa ikut mempengaruhi kepedulian masyarakat dalam usaha konservasi hutan. Kesadaran masyarakat terhadap kelestarian hutan harus ditingkatkan karena akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Karena pola kehidupan masyarakat terbentuk akibat adanya hutan di sekitarnya.

 

The forest area of Nglebur Village is 3011 0.4 Ha. This research aims to find out which forms of public participation in forest conservation efforts, analyzing the driving factors and factors restricting public participation in forest conservation efforts, and analyse the extent of the influence of forest conservation on the lives of socio-cultural. Forms of community participation in forest conservation that is viewed from a system of people’s livelihoods are closely related to the Nglebur forest, i.e. 26%, as farmers 21,2% of traders, craftsmen from central to teak root Chair 100%, labour, searchers are central to 100%. Factors that push is the role of Community Forest Village (LMDH), Unity Hall Forest Stakeholders (BKPH), as well as local wisdom. Factors that hinder the education level is low, the relative low income residents, the village sign of concern. Conservation affect the condition of the socio-cultural community. Because the pattern formed in the presence of community life in the surrounding forests.