Abstract

Rencana Pembangunan PLTU Jawa Tengah di kabupaten Batang mengalami kendala penolakan dari sebagian masyarakat. Masyarakat yang menolak menjual lahan menyebabkan rencana pembangunan PLTU menjadi terhambat. Tujuan penelitian yang hendak dicapai (1) mengidentifikasi dan mekanisme implementasi rencana pembangunan PLTU Batang, (2) mengkaji,  menganalisis kendala dalam proses perencanaan pembangunan PLTU, (3) menganalisais strategi pendekatan sosial pada masyarakat sekitar proyek pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil lokasi di Batang Desa Ujungnegoro, Ponowareng dan Karanggeneng. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan FGD. Pengolahan data menggunakan triangulasi data. Hasil Penelitian menunjukkan mekanisme perencanaan pembangunan sesuai prosedur perencanaan pembangunan.  Pelaksanan proyek, pemerintah dan masyarakat terlibat dalam perencanaan. Pelaksanan dan pemerintah telah melakukan pendekatan intensif kepada masyarakat .  Masyarakat menolak rencana pembangunan PLTU karena alasan takut kehilangan pekerjaan dan alasan lingkungan hidup. Pembangunan PLTU dianggap akan mencemari lingkungan yang merupakan area konservasi laut. Strategi partisipasif digunakan supaya masyarakat mau menerima rencana pembangunan.