Pengalaman Atlet Disabilitas dalam Pemakaian Sarana Sanitasi pada Fasilitas Olahraga

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dinda Khoerunnisa
Septian Williyanto
Mohammad Zaky
Novrizal Achmad Novan
Sandey Tantra Paramitha
Mustika Fitri

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya, semua kebutuhan mereka harus terpenuhi yang salah satunya dalam aksesibilitas toilet untuk penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian untuk melihat pengalaman, hambatan atlet disabilitas serta kondisi fasilitas toilet untuk penyandang disabilitas. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 35 atlet disabilitas dan 7 orang pelatih dari cabang olahraga yang berbeda-beda. Evaluasi fasilitas menggunakan 4 fasilitas olahraga di Kota Bandung, diantaranya Stadion Pajajaran, GOR Pajajaran, SOR Saparua dan Lapangan Gasibu.  Hasil wawancara menunjukkan bahwa atlet yang mengalami hambatan pada toilet adalah atlet penyandang tunanetra dan tunadaksa yang menggunakan kursi roda dan alat bantu lainnya, hasil evaluasi toilet pada fasilitas olahraga hanya Lapangan Gasibu yang sudah ramah untuk penyandang disabilitas dengan jumlah keterpakaian 73%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah atlet yang paling mengalami kesulitan dalam penggunaan sarana sanitasi adalah atlet yang menggunakan kursi roda. Berdasarkan temuan evaluasi sarana sanitasi pada fasilitas olahraga di Kota Bandung yang sudah ramah bagi penyandang disabilitas, hanya Lapangan Gasibu dan sarana olahraga lainnya seperti Stadion Pajajaran, GOR Pajajaran, dan SOR Saparua yang masih belum ramah bagi disabilitas

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

Arikunto, S. (2006). Metode Penelitian.
Dewi, S. S., Wardaningsih, S., & Puspitosari, W. A. (2021). Rehabilitasi Bagi Penyangdang
Disabilitas Mental. 7, 74–79.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2011). How to Design Research in Education and
Evaluate (8th ed.). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Hadiansyah, M. N. (2018). Desain, Urinoir, dan Pria. 3(2), 1–10.
Itasari, E. R. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Penyandang Disabilitas Di Kalimantan
Journal.Unnes.Ac.Id,32(1),70–82.
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/integralistik/article/view/25742
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Disabilitas. In Penyandang Disabilitas Pada
Anak.
Kung, S. P., & Taylor, P. (2014). The use of public sports facilities by the disabled in England. Sport
Management Review, 17(1), 8–22. https://doi.org/10.1016/j.smr.2013.08.009
Lustiyati, E. D., & Rahmuniyati, M. E. (2019). Aksesibilitas Sarana Sanitasi bagi Difabel di Tempat
Transportasi Umum. Inklusi, 6(1), 93. https://doi.org/10.14421/ijds.060105
Mamee, W., & Sahachaisaeree, N. (2010). Public toilet design criteria for users with walking
disability in conjunction of universal design paradigm. Procedia - Social and Behavioral
Sciences, 5, 1246–1250. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.07.269
Marzali, A.-. (2017). Menulis Kajian Literatur. ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia, 1(2), 27.
https://doi.org/10.31947/etnosia.v1i2.1613
Masruro, E., & Winarti. (2012). Pengembangan Modul IPA Fisika SMP Materi Suhu Untuk Siswa
Tunanetra. 1, 462–471.
Nofiaturrahmah, F. (2018). Problematika Anak Tunaruungu dan Cara Mengatasinya. Journal Of
Imperical Research in Islamic Education, 6, 1–15.
Nur’aeni, N., & Khoeriah, N. D. (2019). Perlindungan Hak Sosial Kewarganegaraan bagi
Penyandang Disabilitas Intelektual dalam Lapangan Kerja. Jurnal Pancasila Dan
Kewarganegaraan, 4(1), 65–77. https://doi.org/10.24269/jpk.v4.n2.2019
Nuraviva, L. (2016). Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Terhadap Fasilitas Publik Di Kota
Surakarta. April, 5–24.
Nurjannah, A., Afang Prayitno, P., & Juanita Romadhona, P. (n.d.). Evaluasi Fasilitas Bagi
Penyandang Disabilitas. 81–92.
Rhisa Aidilla Suprapto, S. K. (2020). Urgensi Toilet Ramah Difabel Pada Rumah Tinggal
Penyandang Disabilitas.
Slamet Thohari. (2014). Pandangan Disabilitas dan Aksesibilitas Fasilitas Publik bagi Penyandang
Disabilitas di Kota Malang *Slamet Thohari. Pandangan Disabilitas Dan Aksesibilitas Fasilitas
Publik Bagi Penyandang Disabilitas Di Kota Malang, 29–31.
Sugiarto. (2017). Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). In BP PAUD & DIKMAS.
https://pauddikmaskalbar.kemdikbud.go.id/berita/mengenal-anak-berkebutuhankhusus.html#
Utomo. (2020). Pembinaan Prestasi Olahraga Adaptif.
UU NO 8 tahun 2016. (2016).
W.L. Heward. (2010). Exceptional Children: An Introduction to Special Education (8th Edition). In
Prentice Hall. http://www.education.com/reference/article/children-autism-spectrumdisorders/
Warsito, D. (2015). Sudahkah Fasilitas Umum Bagi Kaum Disabilitas ini Ada Di Kotta Anda.
Widodo, E., Sari, N. N., Hidayati, I., Yubinas, F., Yuniarti, M., & Novyantika, R. D. (2018). Analisis
Cluster Penderita Disabilitas Mental Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016.
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS, March, 577–586.
Wijaya, Adrian Ivan; Maer, M.T., I. B. W. (2021). Fasilitas Olahraga Bagi Penyandang Difabel di
Surabaya. Jurnal Dimensi Arsitektur Vol. IX, No. 1, (2021), 401 – 408, IX(1), 401–
408.http://publication.petra.ac.id/index.php/teknik-arsitektur/article/view/11635/10238
Wijayanti, D. G. S., Soegiyanto, & Nasuka. (2016). Pembinaan olahraga untuk penyandang
disabilitas di National Paralympic Committee Salatiga. Journal of Physical Education and Sport,
5(1), 17–23. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpes
Yan, R., Cheng, S., Chen, J., Li, X., Sharma, S., Nazim Uddin, S. M., Mang, H. P., Chen, C., Li, Z.,
Li, T., & Wang, X. (2021). Operating status of public toilets in the Hutong neighborhoods of
Beijing: An empirical study. Journal of Environmental Management, 287(February), 112252.
https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.112252