Abstract

Kuda Lumping atau Ebleg merupakan salah satu jenis kesenian yang merakyat, khususnya
bagi masyarakat Kebumen. Fenomena kesurupan yang terjadi dalam pementasannya tentu tidak
datang dengan sendirinya. Hal ini yang paling menarik dari Kuda Lumping yang tentunya tidak
lepas dari peran seorang pawang. Perlu adanya koordinasi yang baik antara para pemain dan
pawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pawang dalam pertunjukan Kuda
Lumping Sembego Jati di desa Candi kecamatan Karanganyar kabupaten Kebumen. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data meliputi metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi, sedangkan metode
analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi.
Hasil dari penelitian ini adalah peran pawang terbagi menjadi empat, yaitu sebagai ketua,
penimbul, penjaga dan sesepuh. Peran tersebut ikut terbawa ke dalam lingkungan masyarakat,
karena pawang menjadi salah satu tokoh masyarakat