PENGARUH PENGGUNAAN SEMEN PPC (PORTLAND POZOLAND CEMENT) DENGAN FAS 0,4 TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS ELASTISITAS, DAN SERAPAN AIR PADA BETON.

  • Muhammad Satrio Gedung E3 Lantai 2 FT Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Keywords: Portland Pozzoland Cement, the compressive strength of concrete, modulus of elasticity of concrete, Age of Concrete, Water absorption of concrete.

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Pada penelitian ini dilakukan uji kuat tekan pada beton umur 3, 7, 14, 28, 60, dan 90 hari. Serta uji modulus elastisitas dan serapan air pada beton umur 28, 60, dan 90 hari. Benda uji kuat tekan modulus elastisitas beton adalah sampel silider dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Sedangkan pengujian serapan air beton digunakan benda uji kubus dengan panjang sisi 150 mm.Dari hasil penelitian didapatkan hasil kuat tekan semakin meningkat seiring bertambahnya umur beton yaitu 13,079 MPa, 17,723 MPa, 23,017 MPa, 28,036 MPa, 31,611 MPa, dan 33,679 MPa pada umur 3, 7, 14, 28, 60, dan 90 hari. Pada tegangan maksimum, regangan beton diperoleh sekitar 0,002. Modulus elastitas beton di dapatkan nilai E = 4420√fc’. Serta di dapat nilai modulus elastisitas yang semakin meningkat seiring besarnya kuat tekan beton dan bertambahnya umur, yaitu sebesar 21.215,7 MPa; 21.822 MPa; 24.537 MPa pada umur 28, 60, dan 90 hari. Sedangkan Serapan air pada beton dengan fas 0,4 menghasilkan nilai serapan air sebesar 3,49%; 2,05%; 0,64% terhadap berat kering oven untuk umur 28, 60, dan 90 hari. Disimpulkan bahwa beton yang menggunakan semen PPC dengan fas 0,4 menghasilkan kuat tekan maksimal pada umur 28 hari adalah 28,036 MPa. Dan nilai modulus elastisitas yang didapat E = 4420√fc’ dengan nilai maksimal pada umur 28 hari sebesar 21.822 MPa. Serta serapan air sebesar 3,49% pada umur 28 hari.

 

This study uses experimental research. In this research, concrete compressive strength test at the age of 3, 7, 14, 28, 60, and 90 days. Test and modulus of elasticity and water absorption in concrete ages 28, 60, and 90 days. Compressive strength of the specimen modulus of elasticity of concrete is sampled cylinder with a diameter of 150 mm and height 300 mm. While the water absorption test specimen used concrete cube with side length of 150 mm.From the results, the results of the compressive strength of concrete increases with age ie 13,079 MPa, 17,723 MPa, 23,017 MPa, 28,036 MPa, 31,611 MPa and 33,679 MPa at the age of 3, 7, 14, 28, 60, and 90 days. At the maximum stress, the concrete strain is obtained around 0.002. Elastitas concrete modulus value E = 4420√fc get. As well as can the value of the elastic modulus increase as the concrete compressive strength and age, that is equal to 21215.7 MPa; 21 822 MPa; 24 537 MPa at 28, 60, and 90 days. While Absorption of water on the concrete with water/cement ratio 0.4 produce water absorption value of 3.49%; 2.05%; 0.64% of the dry weight of the oven for ages 28, 60, and 90 days.Concluded that the concrete using PPC cement with water/cement ratio 0.4 of generate maximum compressive strength at 28 days was 28,036 MPa. And modulus of elasticity values obtained E = 4420√fc 'with a maximum value at 28 days was 21 822 MPa. And water absorption of 3.49% at 28 days.

References

Anonim. 1979. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1971).

Direktorat Jendral Ciptakarya. Depratemen Pekerjaan Umum. Jakarta

Anonim. 1989. Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S-04-1989-F). Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum. Bandung

Anonim. 1991. Tata Cara Perhitungn Struktur Beton untuk bangunan Gedung (SK SNI T-15-1991-03). Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Departemen Pekerjaan Umum. Bandung.

Anonim. 1993. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SK SNI 03-2834-1993). Departemen Pekerjaan Umum. Bandung.

Anonim. 1994. Perencanaan dan Pengadalian Mutu Beton. Temu Karya Penyebarluasan dan Penerapan Standar Bidang Pekerjaan Umum. Badan Penelitian dan PengembanganPekerjaan Umum- Departemen Pekerjaan Umum (BPPPU-DPU). Agustus 1994.

Anonim. 2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SK SNI 03-2834-2000). Departemen Pekerjaan Umum. Bandung.

Anonim. 2004. Semen Portland Komposit. (SK SNI 15-7064-2004). Departemen Pekerjaan Umum.

Kardiyono. 1987. Hubungan antara Umur dan Kuat Tekan pada Beton dengan Bahan Batuan Sungai Krasak. Laporan Penelitian. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Kardiyono. 1992. Pengetahuan Dasar Beton. PAU UGM Yogyakarta.

Kardiyono. 2007. Teknologi Beton. Biro Penerbit KMTS FT UGM: Yogyakarta

Murdock, L.J dan Brook K.M. 1986. Bahan dan Praktek Beton (alih bahasa

Stepanus Hindarko). Erlangga: Jakarta.

Neville, A.M. 1977. Properties of Concrete, Second Edition. The English Language Book Society Pitman Publishing. London.

Noor. Eka Septina. 2014. Pengaruh Penggunaan Semen PCC (Portland Composit Cement) pada fas 0,6 Terhadap Laju Peningkatan Sifat Beton. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang: Semarang.

Nugroho, Ahmad Zarwedi dan Slamet Widodo. Efek Perbedaan Faktor Air Semen Terhdap Kuat Tekan Beton Ringan Agregat Breksi Batu Apung. Jurnal Teknik Sipil. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta.

Salain,I.M.A dan I.B Rai Widiarsa. 2006. Hubungan Antara Kuat Tekan dan Faktor Air Semen Pada Beton yang Dibuat dengan Menggunakan Semen Portland Pozolan.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil universitas Udayana: Denpasar.

Sembiring, R.K. 1995. Analisi Regresi. Edisi Kedua. Penerbit ITB: Bandung.

Suroso, Hery. 2001. Pemanfaatan Pasir Pantai Sebagai Bahan Agregat Halus Pada Beton. Tesis S-2. Jurusan Teknik Sipil Fakulatas Teknik. Unversitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Suroso, Hery dan Lashari. 2009. Workshop Teknolgi Beton. Universitas Negeri Semarang: Semarang.

Suroso, Hery dan Endah K. Pangestuti. Studi Tentang Nilai Modulus Elastisitas Beton dengan Bahan Campuran Agregat Yang Berbeda. Varia Teknika Ft Unnes. Semarang.

Triyono, A. 1999. Efektifitas Pengujian Kandungan Udara pada Beton Segar (ASTM C231-82) Sebagai Alternatif Pengujian Mutu Beton dengan Variasi Kadar Pasir. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Wahyono, S.B. 2000. Pengaruh Faktor Air Smen dan Jumlah Pasta terhadap Kelecakan adukan dan Kuat Tekan Beton dengan Agregat Kasar Batu Pecah Asal Clereng Ukuran Maksimum 40mm. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Section
Articles