NYAI LEBE ; OTORITAS MODIN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT PESISIR JAWA (Studi Kasus di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang)

  • Marzuqo Septiano Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Asma Lutfi Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Moh Yasir Alimi Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Keywords: CoastalCommunity, Modin Woman, Nyai Lebe, Authority

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan profil Nyai Lebe sebagai Modin perempuan yang memiliki otoritas pada masyarakat pesisir Jawa tepatnya di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai Lebe merupakan figur lokal pada masyarakat pesisiran yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Peran sosial–keagamaan Nyai Lebe terimplementasi dari perannya sebagai mediator dalam ritus islam-lokal. Nyai Lebe memiliki otoritas yang lebih luas dibandingkan dengan Bapak Lebe. Hal tersebut terlihat dari peran Nyai Lebe sebagai mediator dalam wilayah jangkauan ritus hingga 6 Kelurahan, sedangkan Bapak Lebe hanya dalam satu Kelurahan saja. Selain itu, Nyai Lebe juga berperan sebagai mediator dalam ritus islam-lokal yang lebih banyak jika dibanding dengan Bapak Lebe. Hegemoni budaya patriarki yang ada di masyarakat dan negara menjadi faktor utama yang menyebabkan timbulnya perilaku diskriminatif dan ketimpangan apresiasi antara Nyai Lebe dan Bapak Lebe

References

Arikunto S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Brata, N.T. 2006. Rekayasa Seni di Area Kekuasaan.Semarang : TITIAN MASA PUSTAKA dan UPT UNNES PRESS

Gramsci, A. 1971.Selections from the Prison Notebooks of Antonio Gramsci, Q. Hoare & G. N. Smith, eds. & trans. London: Lawrence and Wishart.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S.1994. Competing paradigms in qualitative research. In N. K. Denzin & Y S. Lincoln (Eds.), Handbook of qualitative research (pp. 105-117). Thousand Oaks, CA: Sage.

Hamdanah. 2005. MUSIM KAWIN DI MUSIM KEMARAU : Studi atas Pandangan Ulama Perempuan Jember tentang Hak-hak Reproduksi Perempuan. Yogyakarta : BIGRAF Publishing.

Hassan, M. 2011. Women Preaching For The Secular State: Official Female Preachers (Bayan Vaizler) In Contemporary Turkey.International Journal of Middle East Studies.Volume 43/Issue 03/ August 2011, Hal.451-473.

Ismail, A. 2012. Agama Nelayan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 1993. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia.

Lexy J. M. 2008.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda karya.

Mayawati, A. D. 2007. Kepercayaan Masyarakat Pemalang Terhadap Makam Syeh Maulana Syamsudin di Dukuh Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten pemalang.Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Mulyosari, E. T. 2007. Dinamika Masyararat dan Solusinya, Kasus atas Pemilihan Kaum di Dusun Cupuwatu I Purwomartani Kalasan Sleman.Aplikasia, Jurnal Aplikasi llmu-ilmu Agama. Vol. VIII, No. 2, Desember 2007. Hal.139-140.

Pozzolini, A. 2006.Pijar – Pijar Pemikiran Gramsci. Yogyakarta : Resist Book

Radam, N. H. 2001. Religi Orang Bukit.Yogyakarta : YAYASAN SEMESTA

Simon, R. 1999. Gagasan – Gagasan Politik Gramsci. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Subagya, Y. T. 2004. Menemui Ajal, Etnografi Jawa Tentang Kematian. Yogyakarta : KEPEL PRESS.

Sugiono , M. 1999. Kritik Antonio Gramsci Terhadap Pembangunan Dunia Ketiga. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung : ALFABETA

Syam, N. 2005.Lslam Pesisir. Yogyakarta : LKiS Yogyakarta

Turner B. S. 2007. Religious Authority and the New Media.Theory, Culture & Society.March 2007 .24: 117-134.

Section
Articles