Kesembuhan Penderita Tuberkulosis di Kabupaten Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.11381Keywords:
Medication adherence, Cure, TuberculosisAbstract
Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang sudah mecapai angka kesembuhan yang telah ditargetkan nasional yaitu sebesar 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesembuhan penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Sampel terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga (OR=7,429; CI 95%=1,575 – 35,041), Pengawas Menelan Obat (OR=13,553; CI 95%=1,683 – 109,208), kepatuhan minum obat (OR=91,000; CI 95%=19,292- 429,252), perilaku merokok (OR=4,503;CI 95%=1,522 – 13,321), keyakinan kesembuhan (OR=48,864; CI 95%=14.501-164.653), keberadaan penyakit lain (OR=3,950; CI 95%=1.501- 10.390), keaktifan kader tuberkulosis (5,320; CI 95%=1.813 – 15.609), pendidikan (OR=1,964;CI 95%=0.913 – 4.227) berhubungan dengan kesembuhan penderita tuberkulosis. Kepatuhan minum obat memiliki kontribusi kuat terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis di Kabupaten Bojonegoro.