Determinan dan Pola Sebaran Prevalensi Tuberkulosis Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2022

Authors

  • Azhar Fauzan Fadhil Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia , Indonesia Author
  • Dina Nur Anggraini Ningrum Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia , Indonesia Author
  • Dyah Ayu Shinta Ratnasari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author
  • Syifa Nurisma Putri Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author
  • Amalia An Nidha Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author
  • Qonita Nur Qolby Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.15498

Keywords:

Ecological study, spatial analysis, mycobacterium

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia yang dapat dipengaruhi faktor demografi dan lingkungan. Pola sebaran prevalensi TB belum jelas setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis determinan apa saja yang berkorelasi dengan prevalensi TB, serta menganalisis autokorelasi spasial dan pemetaan prevalensi TB Jawa Tengah tahun 2018-2022, yang mana wilayah ini termasuk wilayah dengan jumlah kasus TB tertinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Hasil menunjukkan proporsi tenaga kesehatan, kepadatan penduduk, dan cakupan vaksinasi BCG memiliki korelasi positif (r = 0,39; 0,41; 0,37). Sedangkan persentase penduduk miskin, persentase keberhasilan pengobatan, proporsi fasilitas kesehatan, ketinggian wilayah, dan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan korelasi negatif dengan prevalensi tuberkulosis (r = -0,26; -0,19; -0,32; -0,24; -0,18). Prevalensi TB di Jawa Tengah tahun 2018-2022 tidak teridentifikasi autokorelasi spasial global (p>0,05, namun secara lokal terdeteksi beberapa wilayah hotspot yang perlu di prioritaskan dalam program pengendalian TB.

Downloads

Published

2026-10-21

Article ID

15498