Evaluasi Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas Tarus
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.16389Keywords:
Evaluation, Integrated Management of Sick Toddlers, Input, Process, OutputAbstract
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan upaya menurunkan angka kematian balita melalui pelayanan kesehatan di puskesmas. Kabupaten Kupang termasuk wilayah dengan angka kematian balita tertinggi pada tahun 2021–2022, dengan 13 kasus kematian di Puskesmas Tarus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu pelayanan MTBS di Puskesmas Tarus menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 7 informan (5 informan utama dan 2 informan pendukung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input masih terdapat keterbatasan SDM, belum tersedia pendanaan khusus, serta sarana dan prasarana yang belum lengkap. Pada aspek proses, perencanaan telah dilaksanakan, namun masih ada petugas yang belum mengikuti pelatihan, meskipun pelaksanaan pelayanan umumnya telah sesuai pedoman. Pengawasan belum optimal karena petugas yang belum terlatih tetap menangani pasien tanpa persetujuan supervisor. Pada aspek output, cakupan pelayanan MTBS mencapai 100% sesuai target bulanan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan jumlah dan kompetensi SDM, penyediaan anggaran khusus, pelengkapan sarana pendukung, perbaikan alur pelayanan sesuai pedoman, serta pelibatan masyarakat untuk mendukung keberhasilan program MTBS.