Kontribusi WASH Program dalam Menekan Kejadian Stunting di Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.16604Keywords:
stunting, WASH program, life style, Semarang CityAbstract
Lingkungan secara tidak langsung menjadi penyebab terjadinya stunting. Lingkungan dengan sanitasi tidak layak memiliki hubungan yang erat dengan kejadian stunting pada balita. Sanitasi lingkungan tersebut meliputi sarana air bersih, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kepemilikan jamban, serta higiene perorangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh keadaan sanitasi, lifestyle, dan akses air bersih terhadap kejadian stunting di Kota Semarang. Metode pendekatan kualitatif yang didesain untuk diselesaikan dalam jangka waktu 2 tahun. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan kategorisasi, analisis tematik, dan analisis konten. Validasi analisis diperoleh dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan jaringan perpipaan rumah tangga yang belum merata, hanya sebagian kecil yang memiliki sanitasi aman, dan capaian pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang belum mencapai 100% sehingga angka stunting di beberapa Puskesmas masih di atas 3%. Maka diperlukan upaya untuk meratakan akses jaringan perpipaan rumah tangga, meningkatkan sanitasi aman, dan meningkatkan capaian Sanitasi Total Berbasis Rumah tangga yang memengaruhi kejadian stunting di Kota Semarang.