Analisis Spasial terhadap Determinan Kejadian Diare Balita Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022

Authors

  • Tyas Purwaningsih Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author
  • Dina Nur Anggraini Ningrum Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.17046

Keywords:

Diarrhea, toddlers, ecology, spatial

Abstract

Prevalensi kasus diare balita Jawa Tengah tahun 2022 sebesar 23,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan yang berhubungan dengan prevalensi kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, berbasis studi ekologi dan analisis spasial menggunakan sumber data Laporan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2022 dan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah 2022. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2024. Populasi penelitian ini mencakup seluruh Kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan sampel penelitian 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menggunakan metode total sampling. Penelitian ini menemukan bahwa kepadatan penduduk (p-value = 0,013), persentase posyandu aktif (p-value = 0,000), dan persentasekeluarga dengan akses sanitasi layak (p-value = 0,038) memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian diare pada balita di Jawa Tengah. Analisis spasial menunjukkan bahwa persentase keluarga dengan akses sanitasi layak memiliki autokorelasi spasial global,dengan enam kabupaten/kota menunjukkan autokorelasi spasial global yang signifikan dan menjadi daerah utama untuk intervensi.

Downloads

Published

2025-02-18

Article ID

17046