Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i1.18072Keywords:
Prolanis, Prolanis Utilization, Puskesmas PandanaranAbstract
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit kronis di Indonesia. Persentase jumlah kunjungan peserta Prolanis di Puskesmas Pandanaran pada bulan Januari-April tahun 2024 adalah 50%, persentase tersebut masih di bawah dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 75% sebagaimana telah ditetapkan dalam buku panduan Prolanis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Pandanaran. Penelitian berjenis analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel ditetapkan sebesar 94 responden dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variabel pengetahuan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,003), persepsi keseriusan sakit (p=0,000), persepsi manfaat (p=0,000), dan persepsi keyakinan diri (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis, sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,560), jenis kelamin (p=0,979), pendidikan (p=0,808), pekerjaan (p=0,623), lama menderita sakit (p=0,700), lama kepesertaan (p=0,816), dan dukungan tenaga kesehatan (p=1,000) dengan pemanfaatan Prolanis. Simpulan penelitian ini persepsi keyakinan diri merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pemanfaatan Prolanis.