Program Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Leupung
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i3.21197Keywords:
Pengendalian hipertensi, Puskesmas, edukasi kesehatan, kepatuhan pasienAbstract
Abstrak
Hipertensi prevalensi tinggi di Indonesia, mencapai 34,11% berdasarkan Riskesdas 2018. Puskesmas Leupung telah menjalankan program pengendalian hipertensi sejak 2021 hingga 2023 untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dan komplikasi yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pengendalian hipertensi di Puskesmas Leupung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, dilakukan pada Januari 2025 dengan melibatkan Kepala Puskesmas, kader Posbindu, dan kader PTM lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan layanan meningkat, dari 88% pada 2021 menjadi 100% pada 2023. Edukasi dan kepatuhan pasien dalam terapi hipertensi juga meningkat, meskipun pelatihan tenaga kesehatan masih terbatas. Program ini berdampak positif pada penurunan komplikasi hipertensi dan optimalisasi biaya kesehatan. Kesimpulannya, program pengendalian hipertensi di Puskesmas Leupung berjalan dengan baik dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Abstract
Hypertension has a high prevalence in Indonesia, reaching 34.11% based on Riskesdas 2018. Leupung Community Health Center has implemented a hypertension control program from 2021 to 2023 to reduce the incidence of hypertension and the complications it causes. This study aims to analyze the implementation of the hypertension control program at the Leupung Community Health Center and identify supporting and inhibiting factors for the program. This research used a qualitative approach with in-depth interview methods, conducted in January 2025 involving the Head of the Community Health Center, Posbindu cadres and other PTM cadres. The research results show that service coverage has increased, from 88% in 2021 to 100% in 2023. Patient education and compliance in hypertension therapy has also increased, although health worker training is still limited. This program has a positive impact on reducing hypertension complications and optimizing health costs. In conclusion, the hypertension control program at the Leupung Community Health Center is running well and contributing to improving public health.