Analisis Pengaruh Faktor Klimatologi Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita di Kota Palembang Tahun 2019-2023
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i2.21988Keywords:
Monthly, Climatology, Pneumonia, Palembang CityAbstract
Terjadi peningkatan kejadian pneumonia balita terutama di Kota Palembang pada tahun 2022 berada pada urutan kedua dengan jumlah kasus pneumonia tertinggi sebesar 5.284 kasus. Hal tersebut dipengaruhi oleh salah faktor lingkungan yaitu klimatologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh klimatologi terhadap kejadian pneumonia pada balita di Palembang perbulannya tahun 2019-2023. Berdasarkan hasil penelituan analisis bivariat diperoleh hasil untuk suhu udara (p=0,117) kelembaban (p=0,216), curah hujan (p=0,343), dan kecepatan angin (p=0,579) sehingga dinyatakan bahwasannya faktor klimatologi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian pneumonia balita di Palembang tahun 2019-2023. Dari hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan koefisien korelasi (r) = 0,395 dan nilai koefisien determinasi (R2)=0,156. Kesimpulan diperoleh bahwa sebesar 15,6% pengaruh suhu dan kelembaban terhadap kejadian pneumonia pada balita di Kota Palembang selama tahun 2019 hingga 2023 berdasarkan hal tersebut diartikan apabila suhu dan kelembaban meningkat maka kejadian pneumonia akan menurun, meskipun patogen tetap berkembangbiak dan dapat mempengaruhi sistem imun balita. Oleh karena itu, menjaga kondisi lingkungan menjadi hal penting untuk mencegah infeksi pneumonia pada balita.