Investigasi Outbreak Keracunan Makanan di Desa Gentan Kabupaten Sukoharjo
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i2.22513Keywords:
Investigation, Outbreak, Food poisoning, Bacteria, HygieneAbstract
Pada 9 Maret 2024, Puskesmas Bendosari melaporkan dugaan keracunan makanan di desa Gentan. Sebanyak 49 orang sakit setelah mengonsumsi makanan dari acara syukuran rumah baru dan 29 di antaranya dirawat di rumah sakit. Investigasi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko, sumber dan penyebab keracunan makanan. Desain studi kasus kontrol digunakan pada 124 partisipan dengan rasio perbandingan 1:1. Analisis multivariat digunakan untuk mengidentifikasi makanan yang berhubungan dengan kejadian. Sampel makanan dikirim ke Labkesda Sukoharjo. Berdasarkan penyelidikan, mayoritas kasus adalah laki-laki (51,6%) dan kelompok usia 31-40 tahun (35,4%). Kurva epidemiologi menunjukkan masa inkubasi pada 1 hingga 36 jam. Analisis statistik multivariat menunjukkan bahwa sambal (AR=68,5%, OR=4,97, 95%CI=2,07-11,91, p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian keracunan makanan. Uji laboratorium menemukan bahwa kontaminasi bakteri E.Coli pada makanan sambal. Hasil pemeriksaan sanitasi pengolahan makanan tidak memenuhi syarat dan katering tidak memiliki sertifikat Laik Hygiene. Outbreak keracunan makanan telah dikonfirmasi secara klinis, dan mikrobiologis. Peningkatan sanitasi pengolahan makanan dibutuhkan untuk mencehaj kejadian yang serupa dikemudian hari.