Stigma HIV/AIDS di Kalangan Tenaga Kesehatan

Authors

  • Abdul Hadi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Indonesia, Indonesia Author
  • Asnawi Abdullah Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Indonesia, Indonesia Author
  • Maidar Maidar Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Indonesia, Indonesia Author
  • Basri Aramico Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, Indonesia, Indonesia Author
  • Hermansyah Hermansyah Politeknik Kesehatan Aceh, Banda Aceh, Indonesia, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/higeia.v9i4.22785

Keywords:

Tenaga Kesehatan, Edukasi dan Pelatihan, Stigma HIV/AIDS

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Aceh mencapai 1.641 pada 2024, dengan 176 kasus di Bireuen dan 11 penderita di UPTD Puskesmas Cot Ie Jue. Stigma diskriminatif dan sosial dari tenaga kesehatan (nakes) menjadi tantangan utama bagi ODHA, memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian kualitatif ini bertujuan memahami stigma HIV/AIDS di kalangan nakes UPTD Puskesmas Cot Ie Jue, Bireuen. Data diperoleh dari wawancara dan FGD dengan 25 informan (dokter, perawat, bidan, dll.) pada Januari 2025, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan stigma nakes dipicu kurangnya pengetahuan dan pandangan keliru tentang penularan dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan stigma nakes dipicu kurangnya pengetahuan dan pandangan keliru tentang penularan dan dampaknya. Stigma ini menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan dalam pelayanan, berujung pada sikap diskriminatif, penghindaran, dan rendahnya empati. Pemahaman pasien tentang pentingnya terapi ARV dan efek samping obat juga masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai HIV/AIDS (penularan, pencegahan, pengobatan, perawatan) serta pelatihan komunikasi efektif sangat krusial untuk meningkatkan pengetahuan nakes dan memastikan interaksi yang empatik, bebas stigma, dan suportif dengan pasien.

 

Abstract

HIV/AIDS cases in Aceh reached 1,641 in 2024, with 176 cases in Bireuen and 11 patients at Cot Ie Jue Community Health Center (UPTD Puskesmas). Discriminatory and social stigma from healthcare workers (HCWs) poses a major challenge for People Living with HIV/AIDS (PLHIV), affecting service quality. This qualitative study aimed to understand HIV/AIDS stigma among HCWs at UPTD Puskesmas Cot Ie Jue, Bireuen. Data were collected from interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with 25 informants (doctors, nurses, midwives, etc.) in January 2025, analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. Results show HCW stigma is driven by a lack of knowledge and misconceptions about HIV transmission and its impact. This stigma causes anxiety and discomfort in providing care, leading to discriminatory attitudes, avoidance, and low empathy. Patient understanding of ARV therapy importance and side effects also remains a challenge. Therefore, continuous education and training on HIV/AIDS (transmission, prevention, treatment, care), along with effective communication training, are crucial to enhance HCWs' knowledge and ensure empathetic, stigma-free, and supportive interactions with patients.

Downloads

Published

2025-09-12

Article ID

22785