Kejadian Hipertensi di Puskesmas Mijen Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v8i4.2371Keywords:
hipertensi, usia, obesitas , aktivitas fisikAbstract
Hipertensi menjadi penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia dan menjadi faktor risiko penyakit gagal ginjal, diabetes, stroke, dan jantung. WHO memperkirakan tahun 2025 sebanyak 22% penduduk dunia menderita hipertensi. Riskesdas 2018 menyebutkan prevalensi hipertensi mencapai 34,11% dan Jawa Tengah menempati proporsi terbesar seluruh PTM yang dilaporkan sebesar 76%. Hipertensi di Kota Semarang menempati peringkat kedua dalam 10 besar PTM tahun 2022 dengan 37.961 kasus. Kecamatan Mijen mencatat peningkatan penyakit hipertensi pada tahun 2022 sebanyak 5.946 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada pada kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas Mijen. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Mijen pada bulan November sampai Desember tahun 2023. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 3.426 pasien dan sampel yaitu 106 pasien. Hasil uji bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Mijen yaitu usia (p=0,000), obesitas (p=0,018), aktivitas fisik (p=0,000), dan konsumsi garam (p=0,008), sedangkan variabel yang tidak terdapat hubungan yaitu jenis kelamin (p=0,390), kebiasaan merokok (p=0,718), dan konsumsi alkohol (p=0,085).