Determinan Kejadiaan Filariasis Limfatik pada Provinsi Endemis di Indonesia (Analisis SKI 2023)

Authors

  • Devita Uzlah Sibarani Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author
  • Dina Nur Anggraini Ningrum Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/higeia.v9i3.24280

Keywords:

Elephantiasis, risk factors, endemic

Abstract

Abstrak

Kejadian filariasis limfatik (FL) atau kaki gajah merupakan kasus infeksi sistem kelenjar getah bening akibat infestasi cacing filaria melalui mosquito borne disease. Berdasarkan data SKI 2023, insidensi FL di Indonesia tahun 2023 adalah 1.484 kasus (IR = 0,534 kasus per 100.000 penduduk), sehingga angka ini masih jauh dari target nasional IR = 0 kasus per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian FL pada provinsi endemis di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder individu dan rumah tangga dari SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,013; AOR=1,35 CI 95% =1,066-1,709), jenis pekerjaan (p<0,0001; AOR=0,765; CI 95%=0,669-0,876), tingkat pendidikan (p=0,014; AOR=1,249 CI 95%=1,046-1,493), kepemilikan listrik (p<0,0001; AOR=1,703 CI 95%=1,287-2,252), dan keberadaan kasa nyamuk pada jendela (p<0,0001); AOR=0,019 CI 95%=0,683-0,939) berhubungan dengan kejadian FL. Hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian FL dirancukan oleh variabel keberadaan kasa nyamuk pada jendela. Kemenkes RI perlu menyusun kebijakan dan program untuk melakukan pengendalian kejadian FL di Indonesia.

 

Abstract

The occurrence of lymphatic filariasis (LF) or elephantiasis, was an infection of the lymphatic system caused by filarial worms transmitted through mosquito-borne-disease. Based on 2023 SKI data, the incidence of LF in Indonesia in 2023 reached 1,484 cases(IR=0.534 cases per 100,000 population),which was still far from the national target of IR=0 cases per 100,000 population. This study aimed to identify the determinants of LF occurrence in endemic provinces in Indonesia. This research was used quantitative analytical observational with a cross-sectional design.This study used secondary individual and household data from SKI 2023. The results showed that age(p=0.013; AOR=1.35; 95%CI=1.066–1.709), occupation type(p<0.0001; AOR=0.765; 95% CI=0.669–0.876), education level(p=0.014; AOR=1.249; 95%CI=1.046–1.493), electricity ownership(p < 0.0001; AOR=1.703; 95%CI=1.287–2.252), and window screens presence(p<0.0001; AOR=0.819; 95%CI=0.683–0.939) were associated with the occurrence of LF. The relationship between education level and LF occurrence was confounded by the presence of window screens. The Ministry of Health of the Republic of Indonesia needed to develop policies and programs to control the occurrence of LF in Indonesia.

Author Biography

  • Devita Uzlah Sibarani, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia

    Peminatan Epidemiologi, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Downloads

Published

2025-07-27

Article ID

24280

Issue

Section

Articles