Program Peningkatan Pengetahuan Siswa TK tentang Resistensi Insektisida melalui Lagu dan Praktik Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v9i3.26353Keywords:
Aedes sp., musik, insektisida rumah tangga, pengendalian vektor terpaduAbstract
Abstrak
Demam Derdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak menginfeksi penduduk di Indonesia. Hingga akhir 2023, kejadian DBD di Kabupaten Karanganyar mencapai 294 kasus. Kelompok usia 5 hingga 14 tahun merupakan kelompok dengan prevalensi tertinggi terhadap infeksi DBD. Kasus DBD yang tinggi dapat terjadi karena resistensi insektisida akibat penggunaan insektisida yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini terkait DBD dan resistensi insektisida. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan pendekatan one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada bulan Februari 2024 di TK IT MTA Matesih, Karanganyar. Intervensi diberikan melalui kegiatan pembelajaran menggunakan media lagu, pengenalan jenis dan cara penggunaan insektisida, permainan kategorisasi habitat nyamuk, serta praktik langsung pembuatan ovitrap. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada 10 responden (86,4%) siswa TK dan pendamping setelah diberikan intervensi. Edukasi melalui lagu dan praktik pembuatan ovitrap efektif meningkatkan pengetahuan siswa TK tentang DBD dan pengendalian nyamuk Aedes.
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the most prevalent tropical diseases affecting populations in Indonesia. By the end of 2023, Karanganyar Regency reported 294 confirmed cases of DHF. The highest prevalence was found among the 5 to 14-year-old age group. One contributing factor to the high incidence of DHF is insecticide resistance, often caused by improper or excessive use of insecticides. This study aimed to enhance early childhood knowledge related to DHF and insecticide resistance. A quantitative research approach was employed using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest method, conducted in February 2024 at TK IT MTA Matesih, Karanganyar. The intervention involved educational activities incorporating songs, the introduction of insecticide types and appropriate usage, a mosquito habitat categorization game, and hands-on practice in making ovitraps. Results showed a knowledge increase in 10 respondents (86.4%) among kindergarten students and their accompanying teachers after the intervention. Educational strategies using thematic songs and ovitrap-making practices were found to be effective in improving kindergarten students' understanding of DHF and Aedes mosquito control.