Survival Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah pada Masa Neonatus dan Variabel yang Berkontribusi
DOI:
https://doi.org/10.15294/higeia.v10i1.4055Keywords:
Neonatus, Kelangsungan hidup, BBLR, SurvivalAbstract
Kasus BBLR di Kabupaten Bandung Barat mencapai 1.504 (5,2%) dari jumlah 30.337 bayi yang lahir. Peneliti ingin meneliti kemampuan bertahan hidup bayi BBLR pada masa neonatus di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan kohort retrospektif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder diperoleh dari catatan laporan kohort ibu dan anak serta dokumen kematian neonatus dengan BBLR selama tahun 2020 di 8 puskesmas dengan kasus tertinggi. Analisis data menggunakan uji Univariat (analisis distribusi frekuensi) dan Bivariat (uji log-rank dan kurva kaplan meie). Faktor yang memiliki hubungan signifikan adalah berat badan lahir kurang dari 1500 gram (p=0,000), usia kehamilan kurang dari 37 minggu (p=0,000), jenis kelamin Laki-laki (p=0,030) dan usia ibu berisko yaitu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun (p=0,000). Disarankan untuk meningkatkan pengawasan dan penatalaksanaan pelayanan untuk penanganan BBLR di puskesmas dan rumah sakit, serta peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perawatan selama kehamilan dan perawatan BBLR.
Abstract
LBW cases in West Bandung Regency reached 1,504 (5.2%) of the 30,337 babies born. Researchers want to examine the survival ability of LBW babies during the neonatal period in West Bandung Regency. This research is an analytical study with a retrospective cohort design. The data collected is secondary data obtained from records of maternal and child cohort reports as well as documents on deaths of neonates with LBW during 2020 in 8 health centers with the highest cases. Data analysis used Univariate (frequency distribution analysis) and Bivariate (log-rank test and Kaplan Meie curve) tests. Factors that have a significant relationship are birth weight less than 1500 grams (p=0.000), gestational age less than 37 weeks (p=0.000), male gender (p=0.030) and maternal age at risk, namely less than 20 years and more than 35 years (p=0.000). It is recommended to improve supervision and management of services for handling LBW in health centers and hospitals, as well as increasing public knowledge about the importance of care during pregnancy and LBW care.