Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Umur 25 – 59 Bulan di Wilayah Kabupaten Rembang Tahun 2024

Authors

  • widowati saputra unnes, Indonesia Author
  • Ari Yuniastuti Author
  • RR. Sri Ratna Rahayu Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/higeia.v8i4.5548

Keywords:

risk factor, stunting, toddler

Abstract

Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO. Pengerdilan pada anak tidak hanya disebabkan oleh satu faktor melainkan dari banyak faktor yang saling berhubungan satu sama lain.

Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko terjadinya stunting umur 25 – 59 bulan di wilayah Kabupaten Rembang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, pengisian kuesioner dan observasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian case control. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji Regresi logistik.

Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh dalam pemberian makan, riwayat status gizi dibawah umur 2 tahun, pelaksanaan 5 pilar STBM, riwayat imunisasi dasar, riwayat BBLR, merokok pada anggota keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan memberikan asupan nutrien yang seimbang, imunisasi dasar lengkap dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Downloads

Published

2026-10-14

Article ID

5548