Indeks Masa Tubuh dengan Tekanan Darah Pasien Dewasa di Klinik Trikarya Bandungan Periode Januari-Februari 2025
DOI:
https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.30271Keywords:
Hipertensi, Indeks Masa Tubuh, IMT, Obesitas, Tekanan DarahAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan obesitas yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan tekanan darah pada pasien dewasa di Klinik Trikarya Bandungan periode Januari–Februari 2025.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan analisis data rekam medis. Sebanyak 2176 pasien usia ≥18 tahun dengan data lengkap mengenai IMT dan tekanan darah diikutsertakan. Pasien dengan data tidak lengkap, kehamilan, serta kondisi medis yang dapat memengaruhi tekanan darah seperti penyakit ginjal kronis, gangguan endokrin, dan penyakit kardiovaskular tertentu dikecualikan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%.
Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (65,4%) dan berada pada kelompok usia dewasa akhir (48,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan antara IMT dan tekanan darah sistolik (r = 0,196; p = 0,000) serta tekanan darah diastolik (r = 0,222; p = 0,000). Meskipun kekuatan hubungan lemah, arah korelasi menunjukkan bahwa peningkatan IMT cenderung diikuti peningkatan tekanan darah.
Kesimpulan: IMT berhubungan positif dan signifikan dengan tekanan darah pada pasien dewasa, meskipun dengan kekuatan korelasi yang lemah. Pengendalian IMT tetap penting dalam upaya pencegahan hipertensi.