Hubungan Kualitas Tidur terhadap Parameter Adipositas pada Lansia di Panti Jompo

Authors

  • Fania Rizky Ramadiani Universitas Negeri Semarang Author
  • Safira Chairani Dimarti Universitas Negeri Semarang Author
  • Kartika Chandra Hanifa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Author
  • Putri Novitasari Denna Kurniawan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Author
  • Nuur Maryam Azzahra Universitas Gadjah Mada Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.31993

Keywords:

indeks massa tubuh, kualitas tidur , lansia, lemak visceral

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur berperan penting dalam menjaga metabolism dan keseimbangan fisiologis tubuh, terutama pada lansia. Kualitas tidur yang buruk merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terhadap peningkatan adipositas dan gangguan metabolik. Lansia yang bertempat tinggal di panti jompo lebih rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan fisiologis pada lansia dan faktor lingkungan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur terhadap indikator adipositas, meliputi indeks massa tubuh (IMT), indeks lemak viseral, dan persentase lemak tubuh pada lansia penghuni panti jompo di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 81 lansia dari tiga panti jompo. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan parameter adipositas diukur melalui bioelectrical impedance analysis (BIA). Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2024. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini adalah lansia berusia di atas 60 tahun, sehat secara fisik dan mental, serta bersedia mengikuti seluruh prosedur penelitian. Kriteria eksklusi adalah lansia yang memiliki disabilitas fisik atau sensori. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis persentase lemak tubuh dan indeks lemak viseral berdasarkan kualitas tidur, sedangkan uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara kualitas tidur dan kategori indeks massa tubuh.

Hasil: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi (p = 0,036) dan peningkatan indeks lemak viseral (p = 0,016), tetapi tidak berhubungan dengan persentase lemak tubuh total maupun distribusi lemak regional.

Kesimpulan: Kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan peningkatan adipositas viseral dan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi pada lansia penghuni panti jompo. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kesehatan tidur ke dalam strategi perawatan geriatri untuk mengurangi risiko penyakit metabolik dan mendukung penuaan yang lebih sehat.

 

Downloads

Published

2026-01-05

Article ID

31993

Issue

Section

Articles