Faktor yang Berhubungan dengan Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdoro
DOI:
https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.32671Keywords:
ASI eksklusif, Perilaku Ibu, Pengetahuan Ibu , Dukungan Suami , KeluargaAbstract
Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal di beberapa wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangdoro Kota Semarang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi analitik observasional dan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 55 responden ibu yang memiliki bayi berusia 0-24 bulan di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang, yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia ibu (p=0,055), perilaku ibu (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,001), dan dukungan suami serta keluarga (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,339), pekerjaan ibu (p=0,354) dan jumlah anak (p=0,343) dengan pemberian ASI eksklusif.
Kesimpulan: Faktor usia, perilaku, pengetahuan, serta dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Intervensi edukatif dan dukungan tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong praktik ASI eksklusif di masyarakat.