Eksplorasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Papua Barat
DOI:
https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.33956Keywords:
HIV, Kepatuhan , Terapi Antiretroviral , Integrated Behavioral Model, Papua BaratAbstract
Latar Belakang: Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan tingkat kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ART) yang masih rendah, termasuk di Provinsi Papua Barat, Indonesia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikososial dan lingkungan yang memengaruhi kepatuhan terhadap ART pada orang dengan HIV (ODHIV) di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat dengan menggunakan Integrated Behavioral Model (IBM).
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Sebanyak 38 partisipan terlibat, terdiri atas 31 informan utama (ODHIV) dan 7 informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik menggunakan manual coding.
Hasil: Analisis menghasilkan beberapa tema utama yang mendukung kepatuhan terhadap ART, antara lain sikap positif terhadap pengobatan, niat kuat untuk sembuh, kemampuan mengendalikan perilaku secara efektif, rutinitas minum obat yang konsisten, pengetahuan yang memadai, kondisi fisik yang mendukung, dukungan keluarga, keterlibatan tenaga kesehatan, dan penerimaan sosial. Sebaliknya, stigma dan diskriminasi muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan.
Kesimpulan: Kepatuhan terhadap ART pada ODHIV di Papua Barat dipengaruhi oleh motivasi pribadi, keterlibatan keluarga, dan penerimaan masyarakat. Penguatan intervensi berbasis keluarga dan komunitas, peningkatan strategi edukasi untuk memperkuat niat pengobatan, serta promosi layanan kesehatan yang inklusif dan empatik sangat penting untuk mempertahankan kepatuhan terhadap ART.