Evaluasi Pelaksanaan dan Pengelolaan Kebijakan Pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
DOI:
https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.34428Keywords:
Manokwari, koordinasi , implementasi , sumber daya, TuberkolosisAbstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan Papua Barat termasuk di antara provinsi dengan angka notifikasi kasus tertinggi. Di Kabupaten Manokwari, tercatat 927 kasus TB paru dengan tingkat kematian 3% pada tahun 2023.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pengendalian TB di Manokwari berdasarkan kerangka implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan pada April–Juni 2025 melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 26 partisipan dan wawancara mendalam (IDI) dengan 3 partisipan, terdiri atas tenaga kesehatan, pasien TB, pendamping pengobatan, tokoh masyarakat, LSM, dan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten. Data dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Braun dan Clarke, mengacu pada kerangka Policy Implementation Process dan model Input–Process–Output–Outcome, dengan triangulasi sumber dan metode untuk validitas.
Hasil: Program TB masih bergantung pada regulasi nasional tanpa adaptasi lokal yang kuat, menghadapi keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal.
Kesimpulan: Diperlukan penyusunan regulasi daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor sebagai prioritas jangka pendek, serta integrasi program TB ke dalam rencana pembangunan kesehatan daerah untuk menjamin keberlanjutan program.