Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, MPASI, Riwayat BBLR, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Bandarharjo

Authors

  • Ade Oktava Afifah Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/ijphn.v5i2.34442

Keywords:

ASI eksklusif, BBLR, MPASI, sanitasi lingkungan , stunting

Abstract

Latar Belakang: Masalah stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Kasus stunting di Puskesmas Bandarharjo diketahui sebanyak 178 anak tahun 2024 dan meningkat menjadi 245 anak pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kasus balita stunting.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, MPASI, riwayat BBLR, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case control yang bersifat retrospektif. Besar sampel yang digunakan sebesar 44 balita dengan rasio 1:1. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan wawancara, pengisian kuesioner, dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05) dan multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.

Hasil: Analisis bivariat menunjukan riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,445>0,05), riwayat usia pemberian MPASI (p-value=0,650>0,05), tekstur pemberian MPASI (p-value=0,243>0,05), frekuensi pemberian MPASI (p-value=0,029<0,05), porsi pemberian MPASI (p-value=<0,001<0,05), riwayat BBLR (p-value=0,031<0,05), dan sanitasi lingkungan (p-value=0,001<0,05). Analisis Multivariat menunjukan hasil riwayat BBLR (p-value=0,001; OR= 46,920; 95% CI= 4,477 – 491,807).

Kesimpulan: tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat usia pemberian MPASI, riwayat tekstur pemberian MPASI dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara riwayat frekuensi pemberian MPASI, riwayat porsi pemberian MPASI, riwayat BBLR dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Riwayat BBLR merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting

Downloads

Published

2025-12-30

Article ID

34442

Issue

Section

Articles