Pelatihan Batik dengan Pewarna Indigofera bagi Masyarakat Cagar Budaya eks Pengepul Nila diKulon Progo untuk Meningkatkan Kreativitasdan Pelestarian Budaya Lokal
DOI:
https://doi.org/10.15294/abdimas.v29i2.38662Keywords:
batik, Indigofera, desa cagar budaya, eks pengepul nilaAbstract
Masyarakat cagar budaya eks pengepul nila di Kulon Progo memiliki sejarah panjang dalam mengolah dan memanfaatkan tanaman Indigofera. Akan tetapi, pengetahuan dan keterampilan tersebut mulai tergerus oleh perubahan zaman, rendahnya minat generasi muda, serta kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis kearifan lokal. Hal ini menyebabkan nilai budaya yang berharga tersebut terancam hilang apabila tidak ada upaya revitalisasi. Pengembangan batik abstrak berbahan pewarna Indigofera merupakan salah satu solusi yang dapat menghubungkan kembali masyarakat dengan tradisi leluhur mereka. Batik abstrak dapat menjadi media ekspresi kreatif yang lebih mudah diterima oleh generasi muda, sementara penggunaan pewarna alami Indigofera memperkuat identitas historis Kulon Progo. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk batik yang bernilai seni dan ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kreativitas, dan pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengembangan batik abstrak dengan pewarna Indigofera bagi masyarakat cagar budaya eks pengepul nila di Kulon Progo sebagai bentuk inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, kemandirian, dan pelestarian warisan budaya.